• Kamis, 18 Agustus 2022

Penurunan Papan Nama Muhammadiyah di Masjid Tampo Banyuwangi Viral di Publik Sosial

- Senin, 28 Februari 2022 | 17:20 WIB
Tangkapan layar video di medsos. Pencopotan papan nama Muhammadiyah di Tampo, Banyuwangi (Youtube/Kabar Rakyat)
Tangkapan layar video di medsos. Pencopotan papan nama Muhammadiyah di Tampo, Banyuwangi (Youtube/Kabar Rakyat)

KABAR RAKYAT - Publik sosial menyorot video di media sosial, sejumlah warga memotong besi hingga aksi penurunan tiga papan nama organisasi Muhammadiyah dilingkungan masjid, masuk Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi.

Video penurunan tiga papan nama milik organisasi Muhammadiyah, bertuliskan 'Pusat Dakwah Muhammadiyah Tampo', 'Pimpinan Aisyiyah Ranting Tampo', serta 'TK Aisyiyah Bustanul Athfal Tampo'. Semakin viral di lini masa usai diunggah akun twitter @TofaTofa_id.

Peristiwa penurunan papan Muhammadiyah Tampo, direkam netizen diunggah kanal youtube Discovery Banyuwangi, tanggal, 25 Februari 2022. Video ini ditonton 36.409 orang, judul: Penurunan tiang papan nama Muhammadiyah Seng Penting Rukun Warga Banyuwangi Cluring Tampo Masjid.

Baca Juga: DPRD Banyuwangi Ajukan Raperda Inisiatif Tentang BUMD Untuk Dibahas

Dikutip Kabar Rakyat, Senin, 28 Februari 20222, chanel Discovery Banyuwangi menuliskan keterangan, sebagai berikut:

Camat, kepala desa (Tampo, red), kepala kantor urusan agama (KUA), dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) ikut mengawal pencopotan plang nama organisasi masyarakat berdampingan, yaitu papan bertuliskan "Pusat Dakwah Muhammadiyah Tampo", "Pimpinan 'Aisyiyah Ranting Tampo", dan "TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal Tampo".

Belasan warga yang berkumpul menggergaji plang bertuliskan Pusat Dakwah Muhammadiyah Tampo dan Pimpinan 'Aisyiyah Ranting Tampo hingga roboh. Adapun plang bertuliskan TK 'Aisyiyah Bustanil Athfal Tampo yang juga sempat ikut mau dirobohkan warga, akhirnya dibiarkan warga.

Baca Juga: UPDATE, Pengawasan Pertambangan Pemerintah Pusat akan Melibatkan Provinsi dan Daerah

Camat Cluring, Henri Suhartono menjelaskan, pencopotan plang dilakukan karena sudah menjadi keputusan bersama di tingkat pemerintahan kecamatan. Dia menyebut, ada undang-undang (UU) yang membuat plang nama itu harus dicopot, pertama masalah tata perizinan pendirian bangunan, dan kedua terkait kegiatan yang tak diinginkan warga sekitar.

Tangkapan layar video di medsos. Pencopotan papan nama Muhammadiyah di Tampo, Banyuwangi (Youtube/Kabar Rakyat)

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: YouTube

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X