• Selasa, 17 Mei 2022

Dibalik Sosilisasi RUU Narkoba di Banyuwangi, DPR RI Sumail Sebut Oknum 'Nakal' dan Sindir Kapolresta

- Rabu, 29 Desember 2021 | 10:44 WIB
Tangkapan layar video di grup WhatsApp. Dibalik Sosilisasi RUU Narkoba di Banyuwangi, Sumail DPR RI Sebut 'Nurman', di Kasus Narkoba 3 Terdakwa (Istimewa/Jaenudin/KabarRakyat)
Tangkapan layar video di grup WhatsApp. Dibalik Sosilisasi RUU Narkoba di Banyuwangi, Sumail DPR RI Sebut 'Nurman', di Kasus Narkoba 3 Terdakwa (Istimewa/Jaenudin/KabarRakyat)

KABAR RAKYAT - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), H Sumail Abdullah menggelar sosialisasi rancangan undang-undang (RUU) tentang perubahan atas undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba di Hotel Aston Banyuwangi, pada, 28 Desember 2021.

Dikutip dari undangan DPR RI Sumail Abdullah, ia menggelar sosialisasi RUU tentang Narkoba tersebut, masuk dalam usulan legeslatif nasional prioritas untuk dibahas pada tahun 2022. Sejumlah topik pembahasan disampaikan penanganan hukum terhadap pelaku narkotika akan dibedakan antara pejua/pedagang, pengedar dan pemakai zat narkotika.

Dalam acara sosialiasi anggota Fraksi Gerindra Sumail Abdullah sekaligus serap aspirasi permasalah kasus narkotika yang ditangani lembaga penegakan hukum. Usai acara, iapun mengungkapkan penanganan kasus hukum narkotika jenis sabu melibatkan tiga orang tersangka kasus pemakaian sabu di tangani Polresta Banyuwangi yang sudah masuk ke ranah peradilan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi.

Ketiga orang berstatus terdakwa, R (38) warga Kec. Banyuwangi Kota, M (54) dan W (40) warga Kec. Wongsorejo sudah menjalan persidangan di PN Banyuwangi. Awal, ketiganya sudah masuk assassemen dari lembaga anti narkotika di Jawa Timur. Belakang, kasusnya kembali berlanjut ditangani kepolisian.

Baca Juga: Covid19 Omicron Dibeberkan Menkes Budi di Podcast Deddy Corbuzier: Sehebatnya Karantina Jebol Juga

Yang menarik, Anggota DPR RI, Sumail Abdullah dalam rekaman video amatir wawancara dengan sejumlah media menyebutkan, mulai dari penangkapan hingga penanganan kasus hukum yang terkesan berlebihan.

Awal ketiganya dikenakan rehabilitas di salah satu rumah sakit ketergantungan di daerah Malang. Entah mengapa, kasusnya kembali masauk kepolisian di Banyuwangi untuk menyelesaikan BAP.

"Vonis 8 tahun? Padahal dia pelaku adalah pemakai, muara pemakai sudah jelah harus rehab, surat bersama sudah edaran kepolisian restorasi sudah, saya khawatir dengan kejadian kemarin dikenal 3P (?) menjadi momentum hukum bagi kita memberi pencerahan pada kita barang bukti hanya kurang lebih 1 gram bisa assessmen," ungkap Sumail dalam rekaman video yang disebar grup WhatsApp dan media sosial.

"Saya mendengar kasus kemarin, ada oknum kepolisian, namanya 'Nurman' kita akan lacak, kalau itu betul harus dievaluasi oleh Kapolresta (Banyuwangi) itu 'Nurman' bermain-main backingi oleh tambang illegal bahkan ada yang sudah mengaku di peras," ungkap Sumail anggota Fraksi Partai Gerindra wakil rakyat Dapil III Jawa Timur (Banyuwangi, Bondowoso dan Situbondo).

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X