Viral Pernyataan dan Klarifikasi Bupati Banyumas Terkait Takut di OTT KPK

- Selasa, 16 November 2021 | 09:57 WIB
Viralnya Video 25 detik terkait pernyataan Bupati Banyumas soal OTT KPK. (Tangkapan Layar Instagram @magelang_raya)
Viralnya Video 25 detik terkait pernyataan Bupati Banyumas soal OTT KPK. (Tangkapan Layar Instagram @magelang_raya)

KABAR RAKYAT – Video Bupati Banyumas terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK mendadak viral di media sosial.

Video berdurasi 25 detik itu berisi pernyataan Bupati Banyumas yang takut di-OTT dan sontak mendapat kritik netizen.

Dalam pernyataannya Bupati Banyumas memohon kepada KPK untuk memanggil langsung kepala daerah yang bersangkutan.

“Kami para kepala daerah, kami semua takut dan tidak mau di-OTT Maka kami mohon kepada KPK sebelum OTT, mohon kalau ditemukan kesalahan, sebelum OTT kami dipanggil dahulu," ujar Achmad Husein, seperti yang dikutip Kabar Rakyat dari akun @magelang_raya pada tanggal 15 November 2021.

Baca Juga: IATC 2021 Tetap Digelar di Sirkuit Mandalika, Bambang Soesatyo: Saya yang Bertanggung jawab

“Kalau ternyata dia itu berubah, ya sudah lepas gitu lo. Tapi kalau kemudian tidak berubah, baru ditangkap, Pak,” lanjut Achmad Husein.

Meski begitu, Achmad Husein sudah memberikan klarifikasi. Menurutnya, cuplikan video itu tidak mengungkap seluruh isi yang disampaikan.

Bila melihat video ini, cuplikan tdk lengkap, mohon jangan tergesa-gesa memvonis, ada makna yg saya sampaikan,” katanya seperti dikutip Kabar Rakyat dari bekasi.pikiran-rakyat.com, pada 15 November 2021.

"Diskusi itu dlm ranah tindak pencegahan (diadakan oleh korsupgah - koordinasi supervisi pencegahan) bukan penindakan, yg namanya pencegahan ya kan dicegah bukan ditindak," ucap Bupati Banyumas tersebut.

Baca Juga: Kuliner Hangat Wedang Angsle Yang Cocok Diseduh Saat Musim Hujan

Menurut Achmad Husein Operasi Tangkap Tangan (OTT) bisa menghapus kepala daerah untuk memajukan daerahnya.

"Sebetulnya ada enam poin yg saya sampaikan, salah satunya ttg OTT. Dengan pertimbangan bahwa OTT itu menghapus dan menghilangkan kepada daerah padahal bisa jadi kepala daerah tsb punya potensi dan kemampuan untuk memajukan daerahnya," lanjutnya.

Tidak hanya itu, ia juga menambahkan bahwa kabupaten yang pernah di-OTT tingkat kemajuannya hampir pasti lambat.

Baca Juga: Wujudkan Tertib Berlalu Lintas,Polda Jatim Luncurkan Aplikasi SKRIP Dan Mobil INCAR

Halaman:

Editor: Ayu Nida

Sumber: Bekasi.Pikiran-Rakyat.com, Instagram @magelang_raya

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X