• Rabu, 27 Oktober 2021

Gubernur Khofifah Dorong Perbankan Garap Program Satu Rekening Satu Pelajar

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 12:58 WIB
Acara Puncak Kejar Prestasi Anak Indonesia di Surabaya (Ist/Humas Prov Jatim)
Acara Puncak Kejar Prestasi Anak Indonesia di Surabaya (Ist/Humas Prov Jatim)

KABAR RAKYAT, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut Program ‘Satu Rekening Satu Pelajar’ (KEJAR) menjadi pintu masuk penyiapan ekosistem ekonomi digital. Harus disiapkan sedini dan sekomprehensif mungkin dari usia dini khususnya pelajar.

“Ini bagian dari penyiapan ekosistem ekonomi digital. Apalagi sekarang rata-rata transaksi kita sudah non tunai. Ekosistem ini harus disiapkan sekomprehensif dan sedini mungkin sehingga anak-anak menjadi friendly dengan mobile banking dan digital banking,” kata Khofifah saat acara Puncak KEJAR Prestasi Anak Indonesia (KREASI) ‘Satu Rekening Satu Pelajar’ di SMA Khadijah Surabaya, Selasa (24/8).

Program One Student One Account (OSOA) atau Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dengan menggunakan produk Simpanan Pelajar digital tindak lanjut arahan Presiden pada Rapat Terbatas SNKI tanggal 28 Januari 2020.

Targetnya adalah di atas 50 persen untuk literasi keuangan dan di atas 90 persen untuk inklusi keuangan pada tahun 2024. Pada tanggal 1 Oktober 2020 lalu, telah dilaksanakan Kick off Program KEJAR di Jatim yang ditandai dengan pembukaan 30.000 rekening pelajar di Jawa Timur secara serentak melalui Bank Jatim.

Baca Juga: BPOM RI: Kenali Berita HOAX 'Stop jadi Korban apalagi Ikut Menyebar'

Baca Juga: Nelayan Muncar Gelar Ritual Petik Laut Larung Sesaji Doakan Covid-19 Berlalu

Jawa Timur terdapat 66,4 persen pelajar menabung tersimpan di 50 bank penyelenggara SimPel di Jawa Timur. Literasi keuangan merupakan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai lembaga keuangan formal, produk, dan jasa keuangan, termasuk di dalamnya adalah manfaat, fitur, risiko biaya, kewajiban, dan hak dari suatu produk dan jasa keuangan.

Berdasarkan survei OJK menyebutkan indeks literasi dan indeks inklusi keuangan Jatim tahun 2019 meningkat dibanding tahun 2016. Terjadi peningkatan dari 35,6 persen pada tahun 2016 menjadi 48,95 persen pada tahun 2019 sementara nasional 38,03 persen. Kemudian Indeks inklusi keuangan Jawa Timur meningkat dari 73,2 persen di tahun 2016 menjadi 87,96 persen di tahun 2019, sementara nasional 76,19 persen.

Sebelumnya, Ketua Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan Daerah (FKLJKD) yang juga Dirut Bank Jatim Busrul Iman mengatakan mendukung keberhasilan program KEJAR di Jatim.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Humas Provinsi Jatim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X