4 Alasan SSJ dalam Pertelevisian Indonesia Tak Berjalan Optimal, Salah Satunya 'Open Sky Policy'

- Jumat, 27 Januari 2023 | 16:10 WIB
4 Alasan SSJ dalam Pertelevisian Indonesia Tak Berjalan Optimal, Salah Satunya 'Open Sky Policy'.  (Ilustrasi/PIXABAY/afra32)
4 Alasan SSJ dalam Pertelevisian Indonesia Tak Berjalan Optimal, Salah Satunya 'Open Sky Policy'. (Ilustrasi/PIXABAY/afra32)

KABAR RAKYAT - Sistem Stasiun Jaringan (SSJ) masih menjadi salah satu isu krusial dalam pertelevisian Indonesia yang kerap diperbincangkan oleh kalangan aktivis penyiaran.

SSJ yang merupakan bagian dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran mengamanatkan adanya desentralisasi dalam struktur pertelevisian Indonesia.

Akan tetapi dalam praktiknya, sejumlah faktor menjadi alasan SSJ dalam pertelevisian Indonesia tak berjalan optimal sebagaimana yang diharapkan, atau setidaknya hanya berjalan dalam tataran teknis semata.

Baca Juga: UPDATE TV Digital 25 Januari 2023: Mentari TV Resmi Mengudara di Makassar dan Sekitarnya pada Frekuensi 34 UHF

Berikut empat alasan SSJ dalam pertelevisian Indonesia tak berjalan optimal sebagaimana telah dirangkum Kabar Rakyat dari berbagai sumber, antara lain:

1. Politik Orde Baru

Kebijakan politik di era Orde Baru kerap disebut-sebut sebagai salah satu penyebab SSJ dalam pertelevisian Indonesia tak berjalan optimal.

Ketika RCTI hadir sebagai stasiun televisi swasta pertama di Indonesia, jangkauan siarannya masih dibatasi hanya melayani wilayah Jabodetabek disusul Bandung.

Begitu juga dengan SCTV yang awalnya hanya melayani wilayah Surabaya dan Denpasar, meski hampir seluruh kontennya dipasok dari RCTI Jakarta.

Masalah mulai timbul ketika TPI (sekarang MNCTV) yang kala itu dimiliki oleh Mbak Tutut diberikan 'privilege' untuk bersiaran nasional sebagaimana TVRI dengan dalih mengkhususkan diri sebagai 'stasiun televisi pendidikan'.

Hal tersebut membuat RCTI dan SCTV yang kala itu juga dimiliki oleh lingkaran Cendana meradang, hingga akhirnya Departemen Penerangan (Deppen) mengizinkan seluruh stasiun TV swasta di Indonesia untuk bersiaran secara nasional.

ANTV yang baru bersiaran secara lokal di Bandar Lampung pada tahun 1993 lantas harus memindahkan seluruh pusat aktivitas mereka di Jakarta secara bertahap, begitu juga dengan SCTV yang membutuhkan waktu beberapa tahun untuk memindahkan pusat aktivitasnya dari Surabaya ke Jakarta secara total.

Sementara Indosiar yang semula dicanangkan menjadi TV lokal di Semarang dan Batam langsung mengubah rencana bisnis mereka menjadi siaran nasional yang dipusatkan di Daan Mogot, Jakarta Barat sebelum melakukan uji coba siaran.

Bahkan menurut beberapa sumber, Anthony Salim yang merupakan pemilik lama Indosiar juga turut serta melobi Presiden Soeharto sebagaimana yang juga dilakukan oleh RCTI dan SCTV kepada Deppen agar sistem siaran nasional terwujud.

Halaman:

Editor: Rizqi Arie Harnoko

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apa Itu Revolusi Industri? Inilah Penjelasannya

Senin, 20 Maret 2023 | 14:52 WIB

Cara Back Up History Chat di Aplikasi GB WhatsApp

Minggu, 12 Maret 2023 | 17:04 WIB

Mengenal Lebih Dalam Mengenai Motherboard

Minggu, 12 Maret 2023 | 07:17 WIB
X