• Senin, 17 Januari 2022

Energi Limbah dari Sampah RDF Karya SMK Ponorogo Diacungi Jempol Gubernur Jatim

- Selasa, 9 November 2021 | 04:34 WIB
Sampah RDF SMK Ponorogo diapresiasi Gubernur Jatim Khofifah  (Humas Prov Jatim for KabarRakyat.id)
Sampah RDF SMK Ponorogo diapresiasi Gubernur Jatim Khofifah (Humas Prov Jatim for KabarRakyat.id)

KABAR RAKYAT, PONOROGO - Energi limbah dari sampah Refuse Derived Fuel atau RDF sebagai pengganti batu bara, karya siswa SMK di Ponorogo diacungi jempol oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Inovasi pengelolaan sampah, sebut Gubernur Jatim ini, sangat berarti ditengah upaya Indonesia menekan laju perubahan iklim dengan cara mengurangi produksi gas rumah kaca dan emisi gas karbon. Inovasi pelajar ini digunakan Pemkab Ponorogo mengatasai penumpukan sampah di TPA Mrican.

Permintaan briket sampah sangat besar dan luas, mulai dari Pasuruan, Kediri, Malang, Sidoarjo, hingga Gresik. Briket sampah dinilai jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar lainnya seperti kayu bakar atau batu bara. Sedangkan kalori dari briket hasil risetnya ini hampir setara dengan batu bara.

Khofifah mengatakan, inovasi yang diciptakan SMK dan Pemuda Ponorogo ini masuk dalam kategori energi baru terbarukan. Sementara saat ini, energi baru terbarukan menjadi salah satu peluang bisnis yang sangat menjanjikan karena melimpahnya potensi energi terbarukan yang dimiliki Indonesia.

Baca Juga: Tulisan Tangan Vanessa Angel Setahun Lalu Kembali Diunggah, Selalu Khawatirkan Gala

“Saya yakin, jika dikembangkan lebih massif lagi, termasuk pemasarannya, maka peluang pasar di luar Jawa Timur masih sangat luas dan terbuka,” kata Khofifah, Senin (8/11/2021).

Maka dari itu, Khofifah berencana mereplikasi inovasi ini di semua Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Harapannya, persoalan tumpukan sampah yang menggunung bisa teratasi dan bisa memberi manfaat ekonomi bagi daerah. Termasuk diantaranya mengatasi persoalan pengangguran di daerah-daerah.

Khofifah pun mengajak SKK Migas Jawa-Bali Nusra, dan seluruh asosiasi BUMN/BUMD untuk mensinergikan penyelesaian sampah melalui inovasi yang disuguhkan oleh Pemkab dan SMK di Ponorogo tersebut melalui program corporate social responsibilty (CSR). Mengingat, biaya yang dibutuhkan lumayan besar untuk membuat mesin pengolahan sampah ini.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Gandeng BTN Berikan Fasilitas Pembiayaan Perumahan Bagi Peserta

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Humas Provinsi Jatim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X