• Senin, 17 Januari 2022

Trend Kendaraan Listrik Naik, PLN Tawarkan Kemitraan Investor Buka SPKLU

- Sabtu, 25 September 2021 | 05:05 WIB
Mobil listrik di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Jakarta  (Istimewa PLN for kabarrakyat)
Mobil listrik di stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Jakarta (Istimewa PLN for kabarrakyat)

Proyeksi tahun 2030, jumlah Mobil Listrik 2,2 Unit dan Sepada Motor Listrik 13 juta Unit

KABAR RAKYAT, JAKARTA - PT PLN (Persero) membuka peluang kerja sama para investor untuk membangun 101 stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di 2021 ini. Diproyeksi trend kendaraan listrik tahun 2030, akan mencapai 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik. 

Skema bisnis insentif menarik mereka yang bergabung. Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril, release dikirimkan PLN, bahwa peluang bisnis SPKLU ini mengingat trend penjualan mobil listrik terus meningkat.

Pada tahun 2020, penjualan mobil listrik naik 46 persen. Berbanding terbalik mobil konvensional hanya 14 persen. Roadmap disusun Kementerian ESDM, kendaraan listrik tahun 2030 mencapai 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta motor dengan 31.859 unit SPKLU.

Sehingga adanya kendaraan listrik bisa menekan impor BBM sekitar 6 juta kilo liter. Kata Bob, PLN akan menyediakan Surat Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (IUPTL) milik PLN bagi badan usaha yang ingin bekerja sama, menyiapkan suplai listrik, serta dukungan aplikasi Charge.IN dalam pengelolaan SPKLU.

Baca Juga: HOAX Video Kabar Duka Tukul Arwana, Dokter Disebut Sudah Berusaha

Baca Juga: Pengaturan Tata Ruang Sesuai Peruntukan Menjadi Tantangan Pemkab Banyuwangi Kedepan

Sementara mitra sediakan fasilitas isi daya kendaraan listrik, lahan maupun properti, serta bertanggung jawab atas biaya operasional dan pemeliharaan SPKLU. Skema usaha SPKLU untuk pemegang IUPTL penjualan tersebut berupa ROSO (retail, own, self operated).

Selanjutnya, ROPO (retail, own, privately operated), RPOO (retail, privately owned & operated), RLSO (retail, lease, self operated), RLPO (retail, lease, privately operated). PLN menjual listrik dengan tarif curah (faktor Q=1,01) sekitar Rp 714 per kWh kepada badan usaha IUPTL.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: PLN

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X