• Senin, 17 Januari 2022

Ibadah Umroh Luar Negeri Dibuka Pemerintah Arab Saudi, Bagaimana Kuota untuk Jamaah Indonesia?

- Senin, 9 Agustus 2021 | 16:34 WIB
Ilustrasi Haji (Foto. PIXABAY)
Ilustrasi Haji (Foto. PIXABAY)

KABAR RAKYAT, INTERNASIONAL - Kesempatan ibadah umroh sejak Agustus 2021 dibuka Pemerintah Arab Saudi untuk jamaah luar negeri. Namun syarat khusus sudah kantongi sertifikat vaksin Covid-19.

Kerinduan umat muslim untuk bertamu di tanah suci Makkah sudah tidak terbendung lagi. Masih terhalang penularan wabah Covid-19.

Pemerintah Indonesia juga tidak agresif untuk dapat menentukan jumlah kuota umroh dari Arab Saudi. Karena konsentrasi penanganan Covid.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Percintaan Selasa 10 Agustus 2021: Leo Arah Baru dan Sagitarius Hubungan Romantis

Baca Juga: Menkes Resmi Hapus Aturan Vaksinasi Covid-19 Gotong Royong Berbayar Untuk Individu

 

Dikutip Kabar Rakyat dari Pikiran Rakyat, (9/8/2021), Indonesia belum mendapat kuota ibadah Umroh dari Pemerintah Arab Saudi.

Berita berikut telah tayang di Pikiran Rakyat, berjudul; Arab Saudi Buka Ibadah Umrah, Apakah Indonesia Sudah Dapat Jatah?

Untuk kuotanya, jumlah jemaat umrah hanya akan dibatasi maksimal 2 juta orang tiap bulannya.

Seorang pejabat di Kementerian haji dan umrah menyatakan bahwa jemaat domestik dan luar negeri harus membawa dokumen wajib.

Dokumen wajib yang dimaksud adalah sertifikat vaksinasi Covid-19 resmi bersama dengan permintaan umroh mereka.

"Jemaat wajib sudah divaksinasi, termasuk dari negara Arab Saudi. Dilanjutkan proses karantina pada saat kedatangan," kata pernyataan tersebut.

Baca Juga: Perda Penataan Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Kelurahan di Banyuwangi Dicabut

Baca Juga: Dana Bansos PKH Malang Dikorupsi Oknum, Kecurigaan Mensos Risma Terbukti

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Eko Hartono menjelaskan bahwa salah satu persoalan mengapa Indonesia tak dapat jatah umrah pada Agustus ini adalah soal vaksin.

"Sampai sekarang hanya empat jenis vaksin yang diakui yakni Pfizer, Moderna, Johnsons, dan AstraZeneca.

"Sementara kebanyakan di kita pakai Sinovac dan Sinopharm," tutur Eko menjelaskan.

Eko memastikan pihaknya masih terus melakukan pendekatan dan berupaya agar vaksin Sinovac dan Sinopharm disetujui oleh pemerintah Arab Saudi sebagai syarat vaksin.

"(Arab) Saudi sudah setujui Sinovac dan Sinopharm, tapi kami masih akan cek lagi," ujarnya kembali.***(Alza Ahdira)

Halaman:
1
2
3

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berbagai Doa Bulan Rabiul Awal Berikut Manfaatnya

Senin, 11 Oktober 2021 | 08:13 WIB
X