• Kamis, 2 Desember 2021

Gus Baha Ceritakan Hari Kematian dan Tanda Orang yang Sholih

- Sabtu, 7 Agustus 2021 | 03:07 WIB
Gus Baha / Net
Gus Baha / Net

KABAR RAKYAT, Religi - K.H. Ahmad Bahauddin yang akrab disapa Gus Baha, mengingatkan bahwa kematian seorang yang meninggal tidak perlu legitimasi, tidak perlu di bulan yang baik, karena semua hari dan bulan adalah baik. Tidak perlu hal yang supra, semuanya dilakukan normal tidak boleh di lebih-lebihkan.

Begitulah, pesan Gus Baha mengingatkan dalam ngaji bareng santri, dikutip wartawan Kabar Rakyat dari YouTube Kajian Cerdas Official berjudul: Gus Baha - Apakah Mati Hari Jum'at Adalah Tanda Orang Sholih??? Bagaimana Dengan Yang Tidak?

"Ge iling ilingan," kata Gus Baha dengan logat khasnya ketika mau menjelaskan Hikmah dibalik kenapa Nabi wafatnya tidak dibulan populer.

Gus Baha menjelaskan, "Perlu di ketahui, Jadi Imam Bukhari itu wafatnya hari Sabtu. Jadi ulama-ulama memang njarak (tertawa)".

Baca Juga: FIFGROUP FEST Ke-11 di Tahun 2021, Kejutan Promo dan Hadiah Menarik untuk Warga Sumatera Utara

Baca Juga: Media Online Berjejaring Bersama Promedia Buka Lowongan Karir Konten Kreator

Baca Juga: Bupati dan Wabup Jember Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Bagi Pelajar

Baca Juga: Wabup Jember Ikuti Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka

"Dia kepingin orang tidak membuat stigma. Stigma tersebut yaitu, kalo orang Sholeh kepundutnya hari Jum'at semua," lanjut Gus Baha.

"kemudian melihat kamu meninggal hari Selasa atau Sabtu. Wah ini, gak jelas (guyon)," ungkapnya.

Lanjutnya lagi, "Kanjeng Nabi juga unik. Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan, di susul bulan Rajab, dan yang afdhol lagi yaitu bulan Muharram. Tapi Nabi malah lahir, bukan di bulan mulia melainkan bulan Rabiul Awal".

 "Kenapa Allah tidak memilihkan orang terbaiknya dibulan terbaik? Misal, Nabi lahir di bulan Ramadhan atau Rajab! Karena Allah sejatinya ingin kemuliaan Nabi itu karena Dzatnya Nabi, Tidak tergantung Tanggal atau bulan kelahiran," terang Gus Baha.

"Kalau Nabi lahir di bulan Ramadhan pasti orang banyak yang ngomong. Wah, Nabi memang hebat. Dalam artian, hebatnya Nabi diperkuat Ramadhan. Itu bahaya", tegas Gus Baha.

"Karena Nabi itu sudah Indah dari Dzatnya, jadi tidak butuh legitimasi hari dan tanggal," terang Gus Baha lagi.

Misal saja, "Mbah Mun wafat di bulan Selasa atau Sabtu, orang tetap hormat kepada Mbah Mun, tidak memandang wafatnya hari apa," imbuh santri K.H. Maimoen Zubair itu.

"Nah kalo kamu?," Kata Gus Baha di depan santrinya.

"Sebelum mati banyak permintaan, seperti Mati harus hari Jumat, harus tidak punya hutang, macam-macam pokoknya. Kenapa? karena kamu masih butuh legitimasi, beda halnya dengan orang yang tidak butuh dengan legitimasi, meninggal hari Sabtu tidak masalah, Rabu juga tidak masalah," jelasnya secara lengkap.

"Itulah kenapa Nabi yang kekasih Allah itu lahir di bulan yang tidak populer, Tidak bulan Ramadan, Rajab, Atau Muharram," pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: YouTube

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berbagai Doa Bulan Rabiul Awal Berikut Manfaatnya

Senin, 11 Oktober 2021 | 08:13 WIB
X