• Minggu, 25 September 2022

Keutamaan dan Amalan di Bulan Sya’ban

- Jumat, 11 Maret 2022 | 08:47 WIB
Salah satu amalan di Bulan Sya'ban,memanjatkan doa  (Pikiuran Rakyat.com)
Salah satu amalan di Bulan Sya'ban,memanjatkan doa (Pikiuran Rakyat.com)

KABAR RAKYAT - Bulan Sya’ban merupakan salah satu bulan yang amat mulia. Ia terletak di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Rasulullah sendiri berdoa memohon keberkahan di bulan Rajab, kemudian bulan Sya’ban, dan memohon usia hingga dapat menemui bulan Ramadhan.

Tiga bulan ini tampak satu paket, yang kemuliaan dan orientasinya bermuara pada satu tujuan, yakni kesempurnaan diri setelah menjalankan puasa di bulan Ramadhan.

Saat berada di bulan Sya'ban, apa yang dapat dilakukan? Berikut ini adalah sejumlah penjelasan terkait makna Sya'ban dan bagaimana mengisinya dengan amalan yang disarankan.

Baca Juga: Khofifah: Isra Miraj Momen Religi Memperkuat Keimanan untuk Bangkit dari Pandemi

Dilansir Kabar Rakyat dari berbagai sumber, Bulan Sya‘ban merupakan bulan yang di dalamnya terdapat berbagai peristiwa bersejarah, yakni peristiwa pengalihan arah kiblat dari Masjidil Aqsha di Palestina ke Ka‘bah di Arab Saudi dengan penurunan Surat Al-Baqarah ayat 144, Surat Al-Ahzab ayat 56 yang menganjurkan pembacaan shalawat, diangkatnya amal-amal manusia menuju ke hadirat Allah SWT, dan berbagai peristiwa lainnya.

Bila ditinjau dari segi amaliyah, termaktub beberapa hal yang lazim dilaksanakan pada malam Nisfu Sya’bān, yaitu membaca Surat Yasin sebanyak 3 kali yang dilanjutkan dengan berdoa.

Tradisi demikian selain sudah berkembang di Nusantara ini juga menjadi amaliyah tahunan yang dilaksanakan secara rutin terutama oleh masyarakat NU

Dan amalan lainnya yang dapat dilakukan saat bulan Syaban diantaranya, puasa sangat dianjurkan di bulan ini, terutama di 10 hari pertama. membaca Al qur'an adalah amalan besar lainnya untuk dipraktikkan, perbanyak zikir dan konsisten untuk terus melakukannya. Dan perbanyak doa.  Adapaun doa yang sering dipanjatkan adalah,  Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban dan bawa kami ke Ramadhan.

Baca Juga: Tunjukkan Kekayaan Intelektual Pesantren, Pemkab Banyuwangi Gelar Festival Kitab Kuning.

Barangsiapa tidak menanam benih amal shalih di bulan Rajab dan tidak menyirami tanaman tersebut di bulan Sya’ban, bagaimana mungkin ia akan memanen buah takwa di bulan Ramadhan?

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X