• Kamis, 23 September 2021

Bareskrim Polri Berhasil Tangkap Pelaku Pinjol yang Diduga Mencemarkan Nama Baik Nasabahnya

- Jumat, 30 Juli 2021 | 15:19 WIB
Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol  Helmy Santika saat conference pers/TribataNews
Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Helmy Santika saat conference pers/TribataNews

KABAR RAKYAT, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipdeksus) Bareskrim Polri berhasil menangkap 8 (delapan) pelaku pinjaman online yang diduga melakukan pencemaran nama baik dengan cara menyebut nasabahnya sebagai Bandar narkoba.

Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen. Pol. Helmy Santika, S.H., S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa polisi telah lakukan penangkapan, total keseluruhan adalah 8 tersangka. Di mana mereka membuat pesan-pesan, tulisan yang mungkin sifatnya sudah mencemarkan nama baik. Contohnya adalah seperti dibuat seolah-olah bahwa borrower itu adalah bandar sabu, bandar narkoba.

"Kemudian mohon maaf, kalau dia perempuan, di-crop, ditempelkan yang dengan yang tidak senonoh, serta yang lain-lainnya," jelas Dirtipideksus Bareskrim Polri dilansir Kabar Rakyat dari TribataNews, Jum’at (30/07/2021).

Baca Juga: Dirregident Korlantas Polri Pantau Penyekatan PPKM Darurat Perbatasan Jawa – Bali.

Adapun penangkapan itu dilakukan di Jakarta Utara dan Medan, Sumatera Utara. Dalam penangkapan tersebut, ada beberapa barang bukti yang turut disita, seperti ribuan SIM card, modem pool untuk mengirim SMS blasting, HP, serta laptop yang berfungsi melihat alur transaksi komunikasi dari para pelaku.

Dirtipideksus Bareskrim Polri juga mengatakan, saat ini polisi masih memburu dua tersangka lain yang merupakan warga negara asing (WNA). Selain itu, Bareskrim Polri telah mengajukan pencekalan terhadap dua tersangka itu agar tidak bisa keluar dari Indonesia.

"Ada beberapa tersangka yang masih dilalukan pengejaran WNA. Ini sudah kita lakukan pencekalan dan mengirimkan DPO kepada kedua orang ini," jelas Dirtipideksus Bareskrim Polri.

Baca Juga: Deteksi Dini Covid-19, Satgas Banyuwangi Bentuk Tim Tracer Desa dan Kelurahan

Jenderal bintang satu tersebut berjanji akan terus mengusut jaringan dari pinjol ilegal yang memfitnah nasabahnya sebagai bandar narkoba itu.

Dirtipideksus Bareskrim Polri mengingatkan pelaku yang belum tertangkap bisa saja membuat aplikasi pinjol baru yang lain sehingga perlu diwaspadai.

"Kemudian, kita akan terus mengusut jaringan-jaringan ini. Namun perlu kami sampaikan bahwa ada sedikit hambatan, karena ini sifatnya menggunakan teknologi. Begitu sudah di-take down oleh Satgas Waspada Investasi OJK, itu dalam waktu singkat dia bisa membuat lagi yang baru," jelas Dirtipideksus Bareskrim Polri.

Atas perbuatannya itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 45 Ayat 3 UU ITE, UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta Pasal 311 KUHP. Mereka terancam hukuman 5 tahun penjara.***

Editor: Hariyadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

KPK Apresiasi Gerak Cepat PLN Antisipasi Korupsi

Jumat, 3 September 2021 | 23:00 WIB
X