• Kamis, 2 Desember 2021

Jokowi Perpanjang PPKM Darurat, Begini Kata Politisi Senayan Sonny T Danaparamita

- Selasa, 20 Juli 2021 | 21:46 WIB
Sonny T. Danaparamita DPR RI
Sonny T. Danaparamita DPR RI

 

KABAR RAKYAT, Jakarta – Kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM mulai jadi biasa didengar telinga, namun PPKM Darurat jadi sangat berat didengar karena disisipkan aturan-aturan dan sanksi berat mengingat kondisi ekonomi masyarakat guncang.

Apa mau dikata, ancaman jiwa manusia dari serangan virus  Corona menjadi tanggungjawab pemerintah untuk menyelamatkan peradaban manusia. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan PPKM Darurat diperpanjang hingga 25 Juli 2021, dengan pertimbangan-pertimbangannya.

Secara khusus, Redaksi menerima Surat Elektronik (SE) dari politisi Senayan, Sonny T Danaparamita Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F.PDIP) berisi tentang ajakan dan saran serta renungan menghadapi kenyataan yang terjadi pada semuanya.

Berikut SE Politisi Senayan,  Sonny T Danaparamita Anggota DPR RI F.PDIP itu:

Hari ini pemerintah telah mengumumkan perpanjangan PPKM Darurat menjadi hingga tanggal 25 Juli 2021.

Meskipun ini akan berdampak dan menambah beban masyarakat menjadi lebih berat, namun demi terputusnya mata rantai penyebaran Covid 19 hal ini harus kita jalani.

Pemerintah telah mengatakan bahwa meskipun kebijakan ini sangat berat, namun harus dilakukan demi mengurangi penularan dan menurunkan jumlah pasien yang harus ke rumah sakit.

Tentang hal ini, kita semua sudah menyaksikan bagaimana situasi rumah sakit di seluruh Indonesia yang sudah  kelebihan kapasitas dalam melaksanakan tugas-tugasnya.

Terkait dengan berjalannya roda perekonomian dan kebutuhan hidup sehari-hari bagi masyarakat, dalam masa perpanjangan ini pasar tradisional dan para pelaku UMKM masih boleh berjualan. Namun demikian, waktu dan pengunjungnya dibatasi serta dilaksanakan dengan prokes yang ketat. Secara teknis pemerintah daerah yang akan mengaturnya.

Bagi masyarakat yang menjalani isoman, Pemerintah telah menyiapkan 2 juta paket obat. Sedangkan untuk masyarakat terdampak, pemerintah juga telah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp. 55, 21 triliun.

Kebijakan itu tentu pahit.

Bukan hanya bagi rakyat kecil, tapi juga bagi semua rakyat Indonesia. Semoga saja, kebijakan yang pahit ini laksanaka obat ataupun jamu yang dapat menyembuhkan kita semua.

Sebagaimana yang saya katakan, bahwa Covid 19 tidak mengenal SARA. Untuk menghadapinya kita perlu kerja sama.

Badai yang kita hadapi tidak berbeda. Kita harus kompak dalam satu kapal yang sama.

Dan Idul Adha hari ini mengingatkan kita atas ketauladanan yang dilakukan oleh nabi Ibrahim dan Ismail.

Budaya kita agar selalu siap peduli dan berbagi dengan para tetangga sedang diuji.  Adab kita yang mengatakan bahwa ada sekian kepemilikan kita yang harus juga diikhlaskan buat sesama juga harus dijadikan sebuah peristiwa yang nyata.

Mari tetap semangat.

Jadikan kesabaran menjadi batas dari selemah-lemahnya iman.

Sekali lagi, selamat hari raya Idul Adha. Mohon maaf lahir dan batin.

 

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ijtimah MUI Tentang Ketentuan Hukum Pinjaman Online

Sabtu, 20 November 2021 | 14:59 WIB
X