• Senin, 25 Oktober 2021

Cegah Penularan Covid-19, Menteri Agama Minta Takbiran dan Sholat Idul Adha 1442 H di Rumah

- Jumat, 16 Juli 2021 | 18:41 WIB
Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas / kemenag.go.id
Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas / kemenag.go.id

KABAR RAKYAT, Jakarta - Guna melindungi masyarakat dari penularan covid-19, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta kepada masyarakat untuk melaksanakan takbiran dan sholat Idul Adha di rumah masing-masing saat penerapan PPKM darurat.

Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menerbitkan Surat Edaran (SE) No. 17 Tahun 2021 tentang peniadaan sementara peribadatan di tempat ibadah, malam takbiran, sholat Idul Adha dan petunjuk teknis pelaksanaan qurban 1442 H/2021 M.

"Edaran ini antara lain mengatur terkait dengan peniadaan sementara kegiatan peribadatan di rumah ibadah. Artinya, di rumah-rumah ibadah tidak dilakukan kegiatan yang menghadirkan jemaah di masa PPKM Darurat ini," tegas Menag seperti dikutip Kabar Rakyat dari laman kemenag.go.id, Jumat (16/07/2021).

Baca Juga: Kemenag Pastikan Tiadakan Pemberangkatan Haji 2021, Begi Penjelasan Menteri Agama

Surat Edaran ini, kata Menag, juga mengatur penyelenggaraan takbiran. Menurutnya, takbiran di masjid/musala yang berada pada wilayah PPKM Darurat ditiadakan sementara. Demikian juga dengan takbiran keliling, dalam bentuk arak-arakan, baik menggunakan kendaraan maupun jalan kaki, ditiadakan.

"Kemenag mempersilakan umat muslim untuk tetap melaksanakan takbiran tetapi di rumah saja. karena itu tidak mengurangi sama sekali makna dari takbiran," jelas Menag.

"Tidak ada pelaksanaan salat Iduladha di masjid atau lapangan pada wilayah PPKM darurat. Jadi, di wilayah PPKM Darurat, takbiran dan Salat Id dilakukan di rumah masing-masing," tegasnya.

Baca Juga: Dukung PPKM Darurat, Pengadilan Agama Banyuwangi Sementara Waktu Hentikan Aktifitas.

Menag menambahkan, ketentuan yang sama juga berlaku untuk wilayah di luar PPKM, tapi masuk dalam zona merah dan oranye. Takbiran dan Salat Iduladha di masjid/musala yang masuk zona merah dan oranye juga ditiadakan, termasuk takbiran keliling. 

"Jadi di luar wilayah PPKM yang masuk zona Merah dan Oranye, ketentuannya sama, takbiran dan Salat Iduladha di rumah," tandasnya.

Menag meminta masyarakat mematuhi edaran yang telah diterbitkan. Dijelaskan Menag, Islam mengajarkan umatnya untuk taat kepada Allah, Rasul, dan pemerintah. Taat kepada perintah Allah dan Rasul bersifat mutlak dan wajib hukumnya. Sedang taat pada Pemerintah bersifat muqayyad.

"Ketika pemerintah mengeluarkan peraturan yang bertujuan melindungi masyarakat, maka wajib dipatuhi," ujarnya.

Baca Juga: Pandemi Covid-19, Lapas Banyuwangi Beri Program Asimilasi Kepada Sembilan Napi.

Pemerintah, lanjut Menag, tidak melarang orang beribadah. Pemerintah justru menganjurkan umat beragama untuk beribadah serta mendoakan keselamatan negeri ini dan dunia supaya segera terbebas dari pandemi Covid -19. 

"Namun, karena pandemi, pemerintah mengatur pelaksanaannya. Untuk Zona PPKM Darurat, Zona Merah dan Oranye, mari beribadah, takbiran, dan Salat Id di rumah," tandasnya.***

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: Kementerian Agama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tips Agar Lolos Seleksi CPNS Kemenag, Begini Caranya

Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:20 WIB
X