• Jumat, 17 September 2021

Ada Isu PPKM Diperpanjang, Ketua Paguyuban Sandal: Banyak Pedagang Kecil Bangkrut

- Jumat, 16 Juli 2021 | 23:08 WIB
Ketua Paguyuban Pedagang Sandal Sukabumi, Beny Kumbang
Ketua Paguyuban Pedagang Sandal Sukabumi, Beny Kumbang

KABAR RAKYAT, Sukabumi - Isu adanya perpanjangan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat COVID-19 Se Jawa Bali, membuat sejumlah pedagang di Sukabumi meradang. Pasalnya, saat ini saja dengan adanya PPKM Darurat, pedagang banyak yang kehilangan penghasilannya. Apalagi kalau sampai diperpanjang.

 

Ketua Paguyuban Pedagang Sandal Sukabumi, Beny Kumbang mengatakan, omzet pedagang semenjak penerapan PPKM Darurat anjlok. "Kasihan teman-teman pedagang banyak yang gulung tikar, habis mau dagang disana atau disini dilarang," kata Beny, Jumat (16/7/21).

Baca Juga: Kasus Kematian Bayi di RS SMC Sampai di Polisi, Iwan: ‘Tunggu Ibu Wiwin’

Dirinya mengaku sudah menyiasati dengan penjualan melalui online. "Ternyata daya beli masyarakat akibat pandemi COVID-19 yang terlalu lama ini, berpengaruh pada penghasilan masyarakat," ujarnya.

 

Padahal, ucapnya, pada bulan kemarin Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) udah mulai bergeliat kembali. "Pas pemerintah menerapkan PPKM Darurat langsung tidur lagi, anak istri mau dikasih makan apa," keluh Beny.

Baca Juga: Produk Rumahan Krupuk Kulit Sapi Asli H Oyo Bertahan Masa Pandemi

Beny mengatakan, keadaan ini diperparah dengan adanya penyekatan-penyekatan di sejumlah titik di tiap-tiap daerah, sehingga menyulitkan pendistribusian barang. "Kalau sudah begini siapa yang mau bertanggung jawab ?," tanya Beny.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ativitas Ekonomi di Puncak Bogor Mulai Menggeliat

Selasa, 24 Agustus 2021 | 20:37 WIB
X