• Senin, 4 Juli 2022

Perhutani Banyuwangi Selatan Pastikan Perusakan Tanaman Rimba Petak 81A Diproses: Fenomena Tani Hutan 'Pecah'

- Kamis, 23 Juni 2022 | 06:04 WIB
Kolase foto perusakan hutan rimba di KPH Banyuwangi Selatan. Inserta.  Asper BKPH Sukomade, Mukhlisin saat wawancara. (Jaenudin/KabarRakyat)
Kolase foto perusakan hutan rimba di KPH Banyuwangi Selatan. Inserta. Asper BKPH Sukomade, Mukhlisin saat wawancara. (Jaenudin/KabarRakyat)

KABAR RAKYAT - Petugas Perhutani KPH Banyuwangi Selatan tindaklanjuti perusakan tanaman pohon rimba terjadi Desa/Kecamatan Pesanggaran, dilakukan oknum kelompok tani hutan (KTH).

Pasca kejadian, Perhutani melaksanakan cek lokasi di petak 81A KRPH Silirbaru BKPH Sukomade. Guna mendata tonggak-tonggak pohon rimba bukti penebangan liar pelaku perusakan.

Kegiatan tersebut, bukti Perhutani serius menindak pelaku perusakan kawasan kehutanan negara. Khususnya perkara perusakan tanaman rimba di wilayah KRPH Silirbaru.

"Banyak pohon sengaja ditebang oknum (KTH) yang tak bertanggung jawab. Hari ini kita data keruskan hutan ini," jelas Muhklisin, Asper BKPH Sukomade Banyuwangi Selatan, tepat di petak 81A KRPH Silirbaru.

Baca Juga: Ramalan Cinta Zodiak Scorpio, Aquarius, Capricorn dan Pisces Besok 23 Juni 2022

Asper Muhklisin menegaskan, sesungguhnya bukan penjarahan hutan melainkan perusakan tanaman rimba Perhutani.

"Lihat saja, setelah ditebang tanaman rimba dibiarkan begitu saja dan tidak diambil, ini barang bukti semua masih di TKP," ungkapnya.

Ragam tanaman rimba yang ditebang, satu diantaranya pohon mahoni dan pohon johar,  ukuran besar, sedang, dan kecil. Total tanaman rusak sebanyak 126 pohon.

"Usai pendataan tonggak pohon rimba selanjutnya dibuat Laporan Polisi (LP) untuk proses hukum lebih lanjut," jelas Asper BKPH Sukomade.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X