• Kamis, 7 Juli 2022

Polisi Tetapkan Pelatih Sebagai Tersangka Kasus Meninggalnya Pesilat Desa Kandangan Pesanggaran Banyuwangi

- Sabtu, 11 Juni 2022 | 09:40 WIB
Satreskrim Polresta Banyuwangi saat rilis kasus meninggalnya pesilat Desa kandangan Pesanggaran (Hariyadi)
Satreskrim Polresta Banyuwangi saat rilis kasus meninggalnya pesilat Desa kandangan Pesanggaran (Hariyadi)

KABAR RAKYAT - Meninggalnya pesilat muda, Muhammad Adie Arcana (MAA) warga Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran akhirnya masuk ke ranah hukum.

Polresta Banyuwangi resmi menetapkan pelatih silat berinisial RAS (18) dari salah satu perguruan silat di Banyuwangi  sebagai tersangka yang diduga melakukan tendangan kepada korban sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

RAS ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi melakukan gelar perkara dan hasil otopsi MAA, warga Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, yang meninggal dunia setelah ditendang RAS saat latihan silat digelar di halaman rumah RAS, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Rabu (8/6/2022) malam.

Baca Juga: Minta Penjelasan, Komisi IV DPRD Banyuwangi Gelar Rapat Dengar Pendapat Kasus pemukulan Siswa SMP di Genteng.

"Berdasarkan hasil gelar perkara, kita sudah meningkatkan status  RAS sebagai ABH (anak berhadapan dengan hukum) yang saat itu berperan sebagai pelatih, kita tetapkan sebagai tersangka kasus penganiyaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, AKP Agus Subarnapraja, saat pers rilis di Mapolresta Banyuwangi, Jumat (10/6/2022).

Agus menjelaskan, dari hasil gelar perkara pihaknya mendapati fakta hukum yang mengarah pada dugaan tindak pidana penganiayaan, diperkuat dengan hasil otopsi dari dokter forensik di RSUD Blambangan.

Hasil otopsi, lanjut Agus, dokter menjelaskan memang korban mengalami luka pada organ dalamnya. Hal itu terjadi usai korban terkena pukulan dan tendangan saat latihan silat tersebut.

"Pelatih ini pada prinsipnya melakukan pelatihan. Karena korban belum terampil sehingga diberikan teguran berupa penguatan dengan cara memukul dan menendang perut korban. Tindakan itu berakibat fatal, korban mengalami luka dalam dan meninggal," bebernya.

Baca Juga: Tahun ini Pemerintah Kembali Rekrutmen PPPK Guru, Simak Kategori Pelamar yang Menjadi Prioritas

Halaman:

Editor: Hariyadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X