• Kamis, 23 September 2021

Momen HAN 2021, Gubernur Khofifah Ungkap Varian Baru juga Memaparkan Anak-Anak

- Jumat, 23 Juli 2021 | 19:29 WIB
Guberur Khofifah pelaksanaan vaksinasi remaja di Surabaya
Guberur Khofifah pelaksanaan vaksinasi remaja di Surabaya

'Ayo Lindungi Anak Jatim dengan Masifkan Vaksinasi COVID-19'

KABAR RAKYAT, Surabaya - Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2021 kembali digelar dengan cara virtual, dalam masa pandemi COVID-19. Kali ini dengan tajuk 'Anak Terlindungi, Indonesia Maju' mengangkat tagline #AnakPeduliMasaPandemi.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menenkankan tentang pentingnya memahami dan mengimplementasikan makna HAN pada seluruh elemen warga Jawa Timur.

Peringatan HAN menjadi momentum penting untuk menggugah kepedulian dan partisipasi seluruh komponen bangsa dalam menjamin pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

"Berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan HAN tahun ini penuh tantangan karena adanya pandemi COVID-19 terutama adanya varian baru yakni varian delta yang juga memapar anak- anak," ungkap Gubernur Khofifah.

Implikasi pandemi ini, sebut Khofifah, bagi anak- anak begitu besar. Banyak anak mengalami berbagai persoalan, seperti masalah pengasuhan karena orangtuanya positif COVID-19, kurangnya kesempatan bermain dan belajar, serta meningkatnya kasus kekerasan selama pandemi akibat diterapkannya kebijakan jaga jarak maupun belajar dan bekerja di rumah.

Mengutip laporan Komite Penanganan COVID-19 Nasional di laman COVID-19.go.i per 21 Juli 2021, tercatat kasus positif di Jawa Timur mencapai 249.242 kasus, dengan 22.107 kasus diantaranya menyerang anak-anak usia di bawah usia 18 tahun.

"Dari 249.242 kasus positif COVID-19 di Jawa Timur tersebut, terdapat 16.495 jiwa yang meninggal dunia. Dan dari 16.495 jiwa yang meninggal tersebut, sebanyak 93 jiwa anak-anak (46 anak usia O-5 tahun dan 47 anak usia 6-18 tahun)," tandas Khofifah.

Lonjakan kasus COVID-19 di Jawa Timur ini banyak terjadi pada klaster keluarga. Klaster keluarga adalah penyebab virus corona yang berasal dari anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah. Biasanya, penyebaran berawal dari seseorang yang telah lebih dulu terpapar, lalu menularkan pada anggota keluarga lain.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Humas Provinsi Jatim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jawa Timur Masuk Level 1 Assessmen Pertama Indonesia

Sabtu, 18 September 2021 | 15:21 WIB

Menjaga Imunitas Tubuh Saat Musim Hujan

Sabtu, 18 September 2021 | 08:41 WIB
X