• Senin, 25 Oktober 2021

Vaksin  BNT 162b2 akan Digunakan Mengatasi Pandemi COVID-19 di Indonesia, Begini Penjelasan Kemenkes

- Jumat, 16 Juli 2021 | 16:33 WIB
Pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar yang dilakukan oleh BIN, Rabu (14/07/2021). (Foto: BPMI Setpres/Lukas)
Pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar yang dilakukan oleh BIN, Rabu (14/07/2021). (Foto: BPMI Setpres/Lukas)

KABAR RAKYAT, Jakarta - 50 juta dosis vaksin Pfizer yang dinamakan BNT 162b2 sepanjang tahun 2021 akan disediakan untuk mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia. Penyediaan Vaksin Pfizer itu tertuang dalam kesepakatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan PT Pfizer Indonesia dan BioNTech SE.

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyambut baik kerja sama pengadaan vaksin Pfizer di Indonesia. Vaksin tersebut menjadi salah satu vaksin COVID-19 yang digunakan untuk program percepatan vaksinasi di Indonesia.

”Saya ucapkan terima kasih atas kerja samanya dalam rangka membantu memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19 di Indonesia. Dengan bertambahnya stok vaksin 50 juta dosis merek Pfizer ini diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Indonesia,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikit, dikutip Kabar Rakyat dari laman resmi Setkab RI/Humas Kemenkes.

PT Pfizer Indonesia dan BioNTech SE menyediakan 50 juta dosis setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan persetujuan penggunaan dalam kondisi darurat atau emergency use authorization (EUA).

Baca Juga: BPBD Jember Segera Pantau Puger yang Dilanda Gempa di Kedalaman 10 KM Kamis Malam

”Penggunaan vaksin untuk pelaksanaan vaksinasi COVID-19 hanya dapat dilakukan setelah mendapat izin edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat dari Badan POM,” kata Menkes.

Berita ini telah tayang di situs Setkab RI, berjudul: 50 Juta Dosis Vaksin Pfizer Akan Didatangkan ke Indonesia

Pfizer dan BioNTech menargetkan untuk memproduksi 3 miliar dosis vaksin COVID-19 secara global sampai dengan akhir tahun 2021, dengan asumsi pelabelan enam dosis yang diperbarui, perbaikan proses secara terus-menerus, perluasan fasilitas produksi yang ada, serta melalui penambahan pemasok baru dan produsen kontrak.

Uji klinis BNT 162b2 Tahap 3 dikembangkan berdasarkan teknologi messenger RNA (mRNA) milik BioNTech, dimulai pada akhir bulan Juli 2020 dan pendaftaran atas produk vaksin ini diselesaikan pada bulan Januari 2021 dengan lebih dari 46 ribu peserta. Peserta terus dimonitor untuk perlindungan dan keamanan jangka panjang selama dua tahun setelah penyuntikan dosis kedua.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Sekretariat Kabinet RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sakit Migrain, Kapan Anda Perlu Menemui Dokter Umum

Minggu, 10 Oktober 2021 | 11:40 WIB
X