• Minggu, 19 September 2021

Sampah Rumah Tangga di Pantai Camplong Mengancam Kesehatan dan Rusak Ekosistem Biota Laut

- Selasa, 1 Juni 2021 | 19:17 WIB
Kawasan Pantai Camplong (Foto. Jamaluddin)
Kawasan Pantai Camplong (Foto. Jamaluddin)

KABAR RAKYAT - Sampah Laut  atau yang sering disebut dengan marine debris tentunya menjadi persoalan yang harus diperhatikan oleh banyak pihak khsusunya Pemerintah.

 

Sebab bila di biarkan, Sampah Laut akan merusak dan mencemari pertumbuhan Ekosistem yang ada di laut baik dari unsur biotik dan abiotiknya.

 

Tak hanya itu kondisi Sampah yang menimbulkan bau tidak enak sering kali mengotori udara sehingga tak baik untuk kebutuhan oksigen manusia.

Baca Juga: Refleksi Hari Lahir Pancasila, Kapolri: Bersatu dan Gotong Royong Melawan Covid-19

Seperti halnya,Banyaknya Tumpukan Sampah Plastik dan Bekas kupasan Kulit kelapa yang ada di sepanjang bibir pantai, masuk Desa Sejati Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, Madura, sungguh tidak elok di pandang mata.

 

Apalagi posisinya berdampingan dengan Akses Jalan Nasional,bau tak sedappun sering menggangu para Pengguna Jalan Nasional tersebut.

 

"Selain tak nyaman di pandang dan baunya tidak enak,lebih penting juga keberlangsungan mahkluk hidup yang ada di pantai ini,seperti kepiting,ikan,dan yang lainnya,"kata Rio Antoni (1/6/2021).

Baca Juga: HEBOH, 5 Ekor Kambing Warga Blok Kaliwatu Mati Dimangsa Binatang 'Misterius'

Sedangkan diketahui Sampah semacam Sampah Plastik,ungkap Rio Antoni,mengandung berbagai Zat kimia yang sangat beracun seperti seperti bisphenol A, ftalat, timbal, dioksin, merkuri, dan kadmium.

 

"Kalo sampah plastik itu di makan oleh biota laut mustahil pertumbuhan ekosisitem di laut bisa berlangsung  Dan juga pengaruhnya kepada Manusia kita tahu penduduk disekitar pantai Desa Sejati ini suka makan dari olahan bioata laut,pasti akan menimbulkan penyakit,"ucap Mahasiswa Unisa Surabaya tersebut.

Sampah pedagang buah kelapa di kawasan wisata pantai Camplong.

Rio berharap Pemerintah Sampang melakukan penanggulangan lebih terhadap persoalan samapah laut yang sering di dominasi Sampah Plastik karena Sampah Plastik mempunyai rantai karbon yang lebih panjang hingga butuh waktu yang lama untuk hancur berbeda dengan sampah yang lainnya.

Baca Juga: Gubernur NTB : Sebarkan Informasi Positif untuk Kemajuan Daerah

"Saya berharap agar Pemerintah sampang dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup,berinovasi untuk menanggulangi Sampah laut,biar ekosisitem bioata laut bertumbuh dengan baik dan aman,dan juga biar tidak menggangu kesehatan Masyarakat akibat bau yang tidak sedap yang ditimbulkan dari Sampah itu sendiri," harapnya.

 

Sementara itu,Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sampang Faisol mengatakan jika menurut pihaknya persoalan sampah laut yang ada di bibir pantai akan di lakukan pendalaman terlebih dahulu.

 

"Sepengetahuan saya bahwa sampah di pinggir pantai tidak seratus persen berasal dari sumber sampah setempat. Bisa jadi sampah tersebut bawaan arus laut dari wilayah lain, jadi perlu pengamatan lebih lanjut terkait sumber sampah di pinggir pantai tersebut,"katanya saat di konfirmasi melalui Pesan Watshaap.

Baca Juga: 'Bulan Madu' Bersama Zuriat Raja, UAS Ziarah Makam Raja-Raja di Pulau Penyengat

Ia menegaskan untuk menindak lanjuti hal tersebut,tambah Faisol Pihaknya akan koordinasi dengan forkopincam camplong untuk menentukan langkah selanjutnya.

 

"Terima kasih atas informasinya, nanti akan kami dalami dan koordinasi dengan camat setempat. Pada dasarnya tupoksi kami adalah pelayanan pengangkutan sampah di pinggir jalan," tutupnya.*** 

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Bondowoso Mulai Pulihkan Sektor Pariwisata

Rabu, 15 September 2021 | 21:12 WIB

Tingkat Hunian Hotel Sejak PPKM Terjun Bebas

Rabu, 14 Juli 2021 | 00:00 WIB
X