• Senin, 21 Juni 2021

Ribuan Massa Jokowi-Ma’ruf di Surabaya Padati Lokasi Nobar  

- Jumat, 18 Januari 2019 | 01:59 WIB
Foto: Nobar Debat Capres Pertama di Surabaya (LensaIndonesia)

KABARRAKYAT.ID Massa Capres dan Cawapres Nomor Satu (I); Joko Widodo (Jokowi) – KH. Ma’ruf Amin tambah semangat dilokasi nobar (nonton bareng) meski kota Surabaya diguyur hujan lebat. Mereka berjumlah ribuan saat datang dilokasi nobar di di JX Internasional Surabaya, Kamis (17/1/2019) malam.

Dikutip dari Petisi.co, target 1.500 orang yang dicanangkan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk pemenangan Jokowi-Ma’ruf pun terpenuhi. Bahkan, mereka sudah tiba di lokasi sebelum acara dimulai pukul 18.00 WIB.

“Yang hadir lebih dari 1.500 orang. Kami ingin masyarakat yang hadir disini bisa melihat dan mendengar langsung visi misi yang disampaikan oleh Jokowi-Ma’ruf,” kata Letua TKD Jatim, Irjen Pol (purn) Machfud Arifin di sela nobar.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan agenda dengan maksud untuk mengajak seluruh tim untuk mengetahui lebih dalam visi dan misi paslon nomor urut 01. Karena selama ini, banyak yang belum memahami visi misi Jokowi-Ma’ruf di pilpres 2019.

“Harapan kita hadir menyaksikan yang jelas kita mengharap Pak Jokowi lancar di debat ini. Ini sekaligus untuk kita agar bisa menyerap visi misi Pak Jokowi,” ujarnya.

Selanjutnya, Machfud bersama timnya akan menggerakkan seluruh tim pemenangan untuk bisa menyampaikan program dari Jokowi-Ma’ruf kepada masyarakat. “Target kita adalah bisa menyumbang 70 persen suara,” tandas mantan Kapolda Jatim itu.

Johan Budi: Korupsi di Era Presiden Jokowi, Tidak Pandang Bulu

Mantan juru bicara KPK, Johan Budi Sapto Pribowo hadir dalam nobar ini. Kepada wartawan, doa mengaku hadir di acara nonton bareng karena diundang menjadi pembicara. “Saya jadi pembicara,” ucapnya.

Ketika disinggung banyaknya pejabat yang jadi tersangka korupsi, Johan menyebut hal itu bukan menjadi catatan negatif di masa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Malah di pemerintrahan Jokowi tidak pandang bulu terhadap siapapun yang korupsi pasti ditindak.

“Ada yang mengatakan korupsi di saat ini stadium berat. Atau kalau penyakit kanker udah stadium empat, itu salah besar. Zaman Jokowi semua bisa jadi tersangka. KPK diberi peluang cukup luang untuk melaksanakan tugasnya, Ini menunjukkan Pak Jokowi tidak intervensi apapun,” jelasnya.

Reporter: Petisi/Choiri

Editor: Richad

Editor: REDAKSI

Tags

Terkini

Bupati Jember Jadi Korwil APKASI Jawa Timur 

Minggu, 20 Juni 2021 | 13:33 WIB
X