• Senin, 21 Juni 2021

Kejar Target Mentan RI Datangi Petani Jagung Probolinggo

- Rabu, 16 Januari 2019 | 09:26 WIB
Foto: Menteri Pertanian dalam kunjungan ke Petani di Kabupaten Probolinggo (dok/ist)

KABARRAKYAT.ID - Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman,sedianya mengunjungi kelompok tani di Desa Randu Merak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Rabu pagi (16/1/2019). Kunjungan kali pertama ini untuk melihat panen jagung dimana harapan pemerintah target 100 ribu ton di bulan Januari tercukupi atau setara dengan import di bulan Januari 2018 lalu.

Pemerintah terus mengupayakan pasokan jagung nasional aman di tahun 2019. Di awal tahun sebelumnya, pemerintah sempat mengimport jagung lantaran pasokan jagung nasional menurun. Gejolak kenaikan harga jagung menyebabkan harga telur dan ayam potong nasional merangkak naik. Kondisi ini bahkan, menjadi polemik di kalangan peternak ayam di Jawa Timur yang nota bene setiap tahun mampu produksi 1,3 ton jagung.

Sebelum kunjungan Menteri Pertanian Andi Arman Sulaiman, diawali Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) RI Agung Hendriadi melakukan kunjungan ke Kabupaten Probolinggo dalam rangka panen jagung bersama dan memantau ketersediaan jagung di Gapoktan Sido Rukun Desa Alas Tengah Kecamatan Paiton, Rabu (9/1/2019) lalu.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan RI Agung Hendriadi mengharapkan agar pada bulan Januari 2019 ini panen jagung petani bisa mencapai 100 ribu ton. Kalau tercapai, maka capaian tersebut sama dengan jagung yang diimpor tahun 2018 sehingga memenuhi kebutuhan pakan ternak.

"Tahun 2018 kemarin, produksi jagung di Indonesia, khususnya Jawa Timur mencapai 1,3 juta ton. Mudah-mudahan tahun ini produksinya bisa mencapai 1,2 juta ton. Yang menjadi kendala bukan karena kekurangan produksinya, tetapi harganya yang jatuh," katanya.

Panen tahun ini pemerintah pusat berharap Kabupaten Probolinggo mampu menyumbang stok jagung 200 - 250 ribu ton. Kondisi ini sangat memungkinkan sebab setiap tahun kabupaten Probolinggo surplus jagung. Dimana kebutuhan lokal hanya 4000 ton yang terserap sisanya dimanfaatkan untuk industri.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Ternak Desianto Budi Utomo menyampaikan pengguna jagung terbesar adalah pabrik pakan ternak dan peternak ayam mandiri. Biasanya kebutuhan terbesar berasal dari daerah Kediri dan Blitar.

"Kami senang petani menanam jagung dalam jumlah banyak, tetapi harganya jangan terlalu mahal supaya bisa membantu pakan ternak dan peternak ayam petelur. Untuk jagung kering sawah dengan kadar air 35% harganya mencapai Rp 4.250 per kg. Tetapi jika kadar airnya sampai 15%, harganya bisa mencapai Rp 5.358 per kg.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Pakan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan RI Sri Widayati. Menurutnya, peternak ayam ras petelur mengharapkan adanya patokan harga jagung. Biasanya harganya berkisar Rp 3.510 per kg dan bisa Rp 4.000 per kg di level produsen.

"Kami terus berupaya bagaimana petaninya tetap happy dengan harga jual jagung yang didapatnya tetapi peternaknya jangan sampai menangis karena jagungnya terlalu mahal. Karena akan merepotkan dalam menentukan harga penjualan telur. Ayo Gapoktan berkolaborasi dengan peternak ayam ras petelur di Blitar," harap Sri Widayati, saat menyaksikan panen di Paiton (9/1/2019) minggu lalu.

Reporter : Richard

Editor : Choiri

Editor: REDAKSI

Tags

Terkini

Bupati Jember Jadi Korwil APKASI Jawa Timur 

Minggu, 20 Juni 2021 | 13:33 WIB
X