• Sabtu, 12 Juni 2021

Sony T Danaparamita Prihatin Pada Caleg Penebar Janji Manis

- Selasa, 1 Januari 2019 | 01:58 WIB
Sony T Caleg PDIP
Sony T Caleg PDIP

Foto: Diskusi ringan bersama Sony T Danaparamita, Ketua DPRD I Made Cahyana Negara dan wartawan 

KABARRAKYAT.ID – Sinau politik menjelang pergantian tahun baru 2019. Puluhan wartawan di bersama Sony T Danaparamita putra asli Banyuwangi, Jawa Timur, berdiskusi ringan seputar dinamika tahun politik untuk pemilihan calon DPR RI di Dapil III (tiga), Banyuwangi-Bondowoso-Situbondo, bertempat di Ijen Resto Village, Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah, Senin (31/12/2018) malam.

Dinamika demokrasi di Tanah Blambangan agak rentan bagi caleg kabupaten. Banyak langkah caleg yang justru merusak nilai demokrasi. Mulai menjanjikan pavingisasi, bantuan bedah rumah dan lainnya yang diminta oknum konstituen pada calon legeslatif. Sony mengaku selalu menolak bantuan pavingisasi dan bedah rumah.

"Duite sopo sing arep digae. Urusan paving mestinya bisa dituntaskan dengan program jasmas. Kalaupun jadi DPR, habisnya miliaran. Kira-kira nggak akan cari balen. Ujung-ujungnya nanti korupsi," tegas Sony di hadapan wartawan.

Selalu, pada tiap musim pemilu selalu muncul caleg yang menebar janji manis. Setelah jadi justru lupa dengan janjinya.

Sony juga menyoroti beberapa hal penting yang terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Soal kerukunan antar umat beragama di Banyuwangi mendapat apresiasi positif dari Sony T Danaparamita. Natal dan Galungan di Tanah Blambangan yang berjalan damai tanpa keluhan adalah salah satu bukti.

"Natal dan Galungan bersamaan, ternyata tak ada gesekan," pujinya dalam acara diskusi rinagn sekaligus bagian dari Refleksi Akhir Tahun 2018.
Baca juga:


Pesan lain, Pemkab Banyuwangi harus mengkaji ulang rencana merumahkan tenaga harian lepas (THL). Karena jika itu dilakukan akan berimplikasi kurang baik terhadap para THL.

"Devisit anggaran terus merumahkan THL jelas tidak fair," katanya sembari menegaskan bila sikapnya sepaham dengan Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara yang turut hadir dalam acara itu.

Isu pemerataan pembangunan di Banyuwangi juga dikritisi. Titik pembangunan masih menyasar di lokasi tertentu. Sehingga kalangan muda kritis menghendaki pemekaran desa.

"Perencanaan pembangunan tahun 2019 harus lebih diperhitungkan lagi. Anggota DPR yang nanti terpilih harus ikut Musrenbangcam untuk mengawal aspirasi masyarakat. Jangan bilang masyarakat butuh apa, tapi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat," pesannya.

Kelompok lain bilang PDIP anti islam, tapi faktanya PDIP sangat dekat dengan NU dan ulama serta habib. Buktinya Hari Santri, disyahkan pada era pemerintahan sekarang. PDIP sangat mendukung pengesahan itu.

Acara ini, kata I Made Cahyana Negara, terselenggara atas usulan rekan - rekan media yang ingin mengakhiri 2018 dengan sebuah diskusi ringan. Lebih 20 jurnalis hadir dan menyemangati diskui lebih hidup.

Reporter: Hariyadi

Editor: Coi/Choiri

Editor: REDAKSI

Tags

Terkini

Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) di Jatim

Jumat, 11 Juni 2021 | 18:00 WIB

Lokakarya UPTD Puskesmas Mangunreja Tasikmalaya

Jumat, 11 Juni 2021 | 14:51 WIB
X