• Minggu, 19 September 2021

Festival Angklung Caruk Pelajar Kembali Digelar

- Sabtu, 17 Februari 2018 | 04:17 WIB
IMG-20180217-WA0002
IMG-20180217-WA0002

(ft. Rochman)


KABARRAKYAT, BANYUWANGI - Upaya pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam melestarikan seni budaya. Melalui festival Angklung Caruk Pelajar 2018, upaya menumbuhkembang dan mendekatkan seni khas Banyuwangi terus dilakukan.

Bertempat di Pendopo Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, pada Jum'at (16/02/2018), puluhan grup angklung pelajar bersaing ketat menampilkan yang terbaik dalam audisi.

Kesenian angklung caruk merupakan salah satu tradisi seni khas yang ada di Banyuwangi, kesenian ini sejak 20 tahun terakhir sangat digemari oleh para petani yang berada di Banyuwangi, setiap grup angklung caruk terdiri dari 12 sampai 15 orang panjak (pemain musik).

Baca juga: Adventure Festival, Suguhan Wisata Petualangan Air Terjun Lider

Kesenian angklung caruk pelajar yang dikemas dalam event Banyuwangi Festival saat ini sudah dua kali digelar, yang pada tahun lalu pertama digelar ternyata masih melakukan uji coba terkait animo masyarakat Banyuwangi dengan seni angklung caruk. Ternyata pada tahun lalu festival angklung caruk ini mendapat respon dari masyarakat Banyuwangi.

Padq tahun lalu, peserta festival angklung caruk hanya 12 grup saja. Tahun 2018 peserta bertambah menjadi 25 grup pelajar. Terbagi klas SD, SMP dan SMA.

Choliqul Ridha, Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi menceritakan tahun lalu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banyuwangi ingin sekali mengadakan angklung caruk di tingkat dewasa atau umum, namun hal itu ditolak oleh sebagian seniman, karena angklung caruk di Banyuwangi rawan sekali timbul kericuhan, mangkanya pada kesempatan ini dimulailah dari tingkat pelajar sebab dari pelajar itu sekaligus mencari bibit bibit seniman muda sejati yang bisa mengharumkan nama dirinya sendiri ataupun sekolahnya.

Adapun kriteria dalam penilaian angklung caruk pelajar tersebut yaitu dari penampilan larasan, hormat, embat-embat, blendrongan, gending jemplangan, ranginan dan klojian yang nantinya akan diuji pada audisi pada Jum'at (16/02/2018).

Selanjutnya jika sudah mengikuti audisi kemudian akan dinilai oleh para juri dan akan mengambil tiga pasang dari tingkat SD yang terdiri dari enam Group, tingkat SMP dan SMA juga dipilih sebanyak tiga grup saja dan selanjutnya akan mengikuti final pada Sabtu (17/02/2018) di Taman Blambangan

Kemudian jika sudah terpilih masing masing grup akan diuji kembali dengan membawakan gending gending khas Banyuwangi yang telah ditentukan oleh juri, diantaranya lagu tong tong bolong, padang ulan, mak ucuk, bangcilang cilung, untringan, petetan, dan pethek suku, dan akan dinilai kembali dari kemampuan teknis berjoget badut (penari pria yang memandu angklung caruk), kemampuan dalam memainkan dan mengolah musik, performance dan harmonisasi dalam bermusik. Tambah Choliqul Ridha

Setelah itu dari awal hingga akhir acara angklung caruk di tingkat pelajar ini nantinya akan dipilih oleh juri untuk penabuh kendang, penabuh angklung, penabuh saron, sinden, badut terbaik dan akan diberi penghargaan agar lebih bersemangat dalam melestarikan kesenian Banyuwangi.

Reporter : Rochman

Editor : Suwongko

Editor: REDAKSI

Tags

Terkini

Pemerintah Bondowoso Mulai Pulihkan Sektor Pariwisata

Rabu, 15 September 2021 | 21:12 WIB

Tingkat Hunian Hotel Sejak PPKM Terjun Bebas

Rabu, 14 Juli 2021 | 00:00 WIB
X