BPBD Harus Pantau Area Banjir Bandang Lereng Gunung Ijen

- Jumat, 8 Desember 2017 | 19:51 WIB
Banjir Bandang
Banjir Bandang


BANYUWANGI - Menanggapi banjir bandang yang terjadi empat hari lalu akibat tanaman bawang putih milik PT. Lidjen, Ketua Komisi 1 DPRD Banyuwangi, Vicky Septalinda, minta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mendirikan pos pantau pengendalian bencana di lereng Gunung Ijen.


Hal itu disampaikan Vicky saat hearing soal dialihfungsikannya lahan perkebunan menjadi lahan pertanian yang kini oleh PT. Lidjen sudah ditanami bawang putih. Padahal sebelumnya, lahan seluas 68 Hektar itu dipenuhi oleh pohon Gemilina yang kini sudah ditebangi. Akibatnya, ketika hujan turun terjadi banjir bandang yang menimpa di tiga desa di Banyuwangi yakni Desa Tamansari Kecamatan Licin, Desa Bulusari Kecamatan Kalipuro dan Desa Kampunganyar Kecamatan Glagah.


Untuk itu, ia meminta BPBD Banyuwangi turun ke lapangan membantu masyarakat untuk mendirikan pos pantau penanggulangan bencana di sekitar lereng Ijen dan di tiga desa yang sebelumnya dilewati banjir.


Kepala BPBD Banyuwangi, Fajar Suasana, menyatakan siap untuk mendirikan posko penanggulangan bencana serta melaksanakan mitigasi.


Diakuinya, sebelumnya di wilayah tersebut tidak pernah terjadi banjir bandang. Analisa rawan bencana yang terjadi di wilayah barat dikarenakan tidak adanya tanaman keras serta kemiringan tanah yang akhirnya menyebabkan banjir bandang.


Fajar menambahkan, mitigasi sebenarnya harus dilakukan oleh PT. Lidjen dan selanjutnya didukung oleh BPBD, karena BPBD sebenarnya tidak layak melaksanakannya. Karena hal itu sebenarnya merupakan tanggung jawab PT. Lidjen yang memiliki hajatan menanam bawang putih dilahan HGU-nya.




Reporter : Fattahur

Editor: REDAKSI

Terkini

X