• Jumat, 17 September 2021

Diserahkan Jokowi, Bupati Anas Terima Anugerah Dana Rakca

- Rabu, 6 Desember 2017 | 17:55 WIB
Bupati Anas
Bupati Anas


BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi menerima Anugerah Dana Rakca dari Kementerian Keuangan. Penghargaan diserahkan Presiden Joko Widodo kepada Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, di Istana Bogor, Rabu (6/12/2017).


Anugerah Dana Rakca diberikan Kemenkeu kepada daerah berkinerja pengelolaan keuangan terbaik. Selain itu, kinerja peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat menjadi pertimbangan utama. Hanya tiga kabupaten yang mendapat anugerah itu. Untuk provinsi, tiga yang mendapatkannya yaitu Jatim, Sumbar dan Sumsel.


”Terima kasih Pak Jokowi dan Ibu Menteri Keuangan. Ternyata yang dilakukan Banyuwangi dipotret dan diapresiasi Pemerintah Pusat. Ini kebanggan sekaligus pemicu semangat untuk terus mengembangkan daerah dalam rangka mesukseskan Nawacita Presiden Jokowi. Kami juga berterima kasih ke Gubernur Jatim, Pakde Karwo dan Wagub Jatim, Gus Ipul, yang selama ini terus membantu pengembangan Banyuwangi,” kata Anas, saat dihubungi..


Anas mengatakan, Pemkab Banyuwangi berupaya mendorong pengelolaan keuangan yang akuntabel, mulai perencanaan, penganggaran, tata kelola, audit hingga evaluasi yang terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi informasi. “Dengan sistem ini, semua terintegrasi online. Bahkan kami dorong ke pengelolaan keuangan desa melalui e-village budgeting dan e-monitoring system,” kata Anas.


Penyusunan laporan keuangan Banyuwangi, imbuh Anas, telah menggunakan sistem berbasis akrual, bahkan termasuk yang pertama di Indonesia menerapkan sistem tersebut sejak 2014.


Anas menambahkan, pengelolaan keuangan yang baik tidak semata-mata untuk kepentingan administratif memenuhi hukum keuangan negara. Tapi harus berdampak ke ekonomi masyarakat. ”Jadi ini bukan hanya aspek administratif, karena pemerintah pusat mendorong bahwa pengelolaan keuangan yang baik harus tecermin dari peningkatan layanan dasar publik dan ekonomi warga,” papar Anas.


Dia menambahkan, peningkatan ekonomi terlihat dari peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Banyuwangi dari Rp. 32,46 triliun pada 2010 menjadi Rp. 66,34 triliun pada 2016. Pendapatan per kapita warga juga melonjak dari Rp. 20,8 juta per orang per tahun menjadi Rp. 41,46 juta per orang per tahun.


”Dari sisi pelayanan publik, ada program Smart Kampung yang menjadikan desa sebagai garda terdepan. Ada Mall Pelayanan Publik yang telah mengintegrasikan 142 jenis dokumen/izin di satu tempat, sehingga warga dimudahkan,” papar Anas.


Sebelumnya, Kementerian PAN-RB juga memberikan penilaian A dalam Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP) untuk Banyuwangi, yang menempatkan kabupaten ini sebagai satu-satunya yang mendapatkan nilai A se-Indonesia.

Halaman:

Editor: REDAKSI

Terkini

Kepolisian di Banyuwangi Razia Tambang Pasir Illegal

Kamis, 16 September 2021 | 05:24 WIB
X