• Sabtu, 12 Juni 2021

Bupati Emil Pamer Metode Pembelajaran e-Learning Class Room

- Selasa, 5 Desember 2017 | 16:33 WIB
Bupati Emil Pamer Metode Pembelajaran e-Learning Class Room
Bupati Emil Pamer Metode Pembelajaran e-Learning Class Room


TRENGGALEK - Bupati Trenggalek, Emil Dardak, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Olah Raga Kabupaten Trenggalek, Drs. Kusprigianto, MM, melakukan sidak pembangunan gedung SLTPN 1 Trenggalek, Senin (4/12/2017).


Dalam siaran pers, Emil mengatakan bahwa pembangunan gedung SLTPN 1 adalah proyek percontohan sarana penunjang untuk mensukseskan sebuah sistem pendidikan yang baru di-lounching di Trenggalek dan diberi nama E-Learning Class Room.




-
Sistem baru ini dalam tahap awal. Sekolah yang menjadi sasaran program adalah SMP N 1 Trenggalek


Dalam paparannya, ke depan diharapkan dunia pendidikan dapat menorehkan sebuah pondasi yang tidak hanya monoton dalam pemberian teori tetapi membuat gebrakan baru didunia pendidikan. Sistem baru ini dalam tahap awal. Sekolah yang menjadi sasaran program adalah SMP N 1 Trenggalek dan ke depannya akan dikembangkan ke sekolah sekolah SMP lainnya.


Pelaksanaan ke depan dari metode pembelajaran e-learning class room adalah anak didik akan dipacu  untuk meningkatkan kreatifitasnya mulai dari mengetahui pemahaman yang lebih mendasar terhadap suatu issue, konteks serta apa yang diajarkan di sekolah.


"Mereka akan diajak aktif mengupas materi yang diajarkan dengan melakukan penelahaan dan menemukan pemecahannya dengan memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang yang disediakan dan menjadi fasilitas dari SMP ini, sehingga ke depannya diharapkan lulusan SMP sudah mampu menjawab tantangan era ini" terang Emil.


Menurut Emil Dardak, E-Learning Class Room ini terinspirasi oleh kritik terhadap dunia Pendidikan. Bahwa kita ini lebih menyuapi anak didik kita dengan fakta ataupun teori maupun ilmu, namun kita belum bisa mengaktifasi mereka sebagai pembelajar yang aktif.


"Harapan kami ke depan supaya anak didik bisa belajar secara independent, bisa melakukan penelahaan dan pemahaman yang lebih mendasar terhadap issue, terhadap konteks apa yang dajarkan di sekolah. Oleh karena itu dengan membuat Class Room yang di desain cukup luas sekali. Dengan hal ini kita mendorong beberapa hal yaitu creatif thinking dan yang kedua kolaborasi atau team work. Dengan kelas ini anak-anak ini benar-benar belajar team work," imbuhnya.


"Dan yang tidak kalah penting anak didik bisa mengekspresikan ide-ide mereka menggunakan tool multimedia. Sekarang ini literasi multi media itu menjadi salah satu titik daya saing, tidak bisa lagi hanya mengandalkan dokumen tertulis atau bicara. Bagaimana anak-anak kita ini diajarkan untuk mengupas suatu fenomena obyek, fenomena peristiwa atau ilmu, tetapi menerapkan hal ini dalam konteks yang relevan dengan apa yang mereka hadapi hari ini," tegasnya.


Ini merupakan suatu langkah besar bagi Dunia Pendidikan di kabupaten Trenggalek dan kita yakini bila kita rintis mulai dari SMP, anak-anak kita benar-benar punya paradigma dalam belajar.

Halaman:

Editor: Kabar Rakyat

Terkini

X