• Minggu, 27 November 2022

Truk Muatan Jati Curian Dihentikan Petugas Gabungan

- Kamis, 4 Januari 2018 | 20:53 WIB
Pencurian Kayu
Pencurian Kayu

KABARRAKYAT, BANYUWANGI –  Truk nopol F8430AN muatan kayu jati dihentikan petugas gabungan Polisi Hutan Mobile (Polhutmob) Perhutani Banyuwangi Selatan dan Polsek Tegalsari saat melintas dijalan pintas, Jalan Desa Karangdoro Kecamatan Telasari, Banyuwangi, Kamis (4/1/2018).

Penyergapan truk berhasil mengamankan seseorang pria diduga pemilik kayu. Sedangkan supir truk kabur setelah petugas gabungan terlihat dari kejauhan. Meski sempat dikejar supir berhasil lolos. Sedangkan kayu jati diduga hasil pencurian di hutan milik BUMN itu disita.

Komandan Regu (Danru) Mu'aji, membenarkan Polhutmob bersama Anggota Polsek Tegalsari telah menangkap truck warna hijau muda muat kayu jenis jati diduga hasil perambahan dari hutan perhutani. Penangkapan itu berkat informasi dari warga.

Baca juga : Buntut Pencurian Kayu Negara, Kepala TPK Ringingtelu Dicopot

"Saat truck muat kayu jenis jati itu dihentikan Petugas, sopir truck itu melompat dan berhasil meloloskan diri dari tangan petugas. Rekan sopir truck itu berhasil diamankan,” jelas Mu’aji.

Diketahui, rekan supir truk bernama Sutrisno (45) warga Dusun Sumbermanggis, RT 01 RW 10 Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi. “Sudah kami tahan di Polsek Tegalsari,” kata harus bermalam di ruangan Mapolsek Tegalsari,"kata Danru, Mu'aji.

Perwira Pembina Polisi Hutan di Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Kompol Heru Kuswoto, petugas telah mengangamankan dan menyerahkan Sutrisno, yang diduga pemilik kayu jenis jati olahan persegi itu dalam trcuk.

Baca juga : Dua Polhutmob Prestasi Ungkap Kejahatan Diberi Penghargaan ADM

Kompol Heru Kuswoto menjelaskan dalam pemeriksaan Sutrisno sempat menunjukan Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH). Namun saat dikroscek dengan fisik kayu jati yang ada, ternyata ternyata tidak sesuai.

Administratut atau Kepala Kesatuan Pemangku Hutan (KKPH) Perhutani Banyuwangi Selatan, Ir Dwidjono Kiswurjanto, mengatakan kayu jenis jati tersebut diduga berasal dari kawasan hutan petak 23.25 RPH Karangharjo, BKPH Genteng. Adapun barang bukti yang diamankan petugas yakni sebanyak 181 batang atau 8.2 meter kubik. "Untuk mengelabui petugas atau masyarakat. Pelaku sengaja kayu curian diolah menjadi setengah jadi. Tapi petugas gabungan sudah tahu berkat informasi dari masyarakat,” pungkasnya.

Reporter  : Siswanto

Editor      : Choiri

Editor: REDAKSI

Tags

Terkini

X