• Sabtu, 15 Mei 2021

Wali Murid Tak Terima Anaknya Dicukur 'Pitak' Guru

- Selasa, 12 Maret 2019 | 00:32 WIB
Foto: Murid SD di Patoman Blimbingsari Banyuwangi mendatangi Polsek Rogojampi (Ist/Fattahur)

KABARRAKYAT.ID - Puluhan siswa SDN 2 Patoman, Kecamatan Blimbingsari mengaku trauma gara-gara dicukur tak beraturan (pitak) oleh guru ekstrakulikuler. Alhasil, para siswa didampingi orang tuanya melaporkan perbuatan oknum guru kepada Polsek Rogojampi, Banyuwangi.

Tindakan yang dilakukan oknum guru ini terjadi pada Jum'at sore (8/3/2019) kemarin saat ekstrakulikuler bela diri di sekolah. Disitu, rambut para siswa dicukur tidak beraturan hingga menyebabkan para siswa merasa minder bahkan keesokan harinya para siswa enggan berangkat ke sekolah usai peristiwa itu.

Hal ini langsung menyulut emosi para orang tua siswa. Mereka mengaku tidak terima dan melaporkan tindakan oknum guru tersebut kepada polisi.

“Jumat sore kemarin anak saya mengikuti ekstrakulikuler bela diri di sekolah. Sepulang dari sekolah, anak saya menangis. Setelah saya cek dan saya tanya ternyata anak saya menangis gara-gara rambutnya dicukur tidak beraturan oleh gurunya," kata Mustono salah satu wali murid saat melapor ke Kepolisian Sektor Rogojampi, Senin (11/3/2019).

Sementara itu, Kapolsek Rogojampi, AKP Agung Setyo Budi menyampaikan, setelah mendapati laporan dari orang tua siswa dari SDN 2 Patoman ini pihaknya akan melakukan penyelidikan.

"Saat ini masih dalam proses penyelidikan atas laporan tersebut. Setidaknya tadi ada sekitar 20 siswa dengan didampingi orang tuanya yang melapor karena rambutnya dipotong," kata Kapolsek.

Menurut pengakuan para siswa, tindakan tidak layak itu dilakukan pelatih bela diri di sekolahnya atas perintah dari guru olahraga yang juga koordinator ekstrakurikuler berinsial A.

Reporter : Fattahur

Editor : Choiri

Editor: REDAKSI

Tags

Terkini

X