• Rabu, 27 Oktober 2021

Kerajinan Kerang Pasir Putih Berharap Pemerintah Hadir Membantu

- Senin, 18 Februari 2019 | 07:32 WIB
Pengrajin Kerang Situbondo (1) copy
Pengrajin Kerang Situbondo (1) copy

[gallery type="slideshow" ids="26481,26482,26483,26484" orderby="rand"]

KABARRAKYAT.ID - Limbah kulit kerang, biasanya dibuang begitu saja. Bahkan, sebagian ibu rumah tangga tak memperdulikan usai mengolah dan memakan daging kerangnya.

Budaya itu, mungkin hanya ada didaerah lain. Berbeda dengan para istri nelayan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Bungatan Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Limbah kulit kerang itu, dikumpulkan untuk diolah menjadi hiasan bernilai ekonomi tinggi. Bahkan aktifitas mengumpulkan hingga jadi kerajian hiasan menjadi kegiatan rutinitas yang menghasilkan rupiah, tambahan biaya hidup mereka dan keluarnya.

Kerajian dari kulit kerang ini, akan banyak dijumpai di stand kerajuan pada kawasan pariwisata di Kabupaten Situbondo. Yang membanggakan, kerajian dari kulit kerang asal Situbondo ini sudah sampai dan menguasai pasar kerajian di kota besar, mulai dari Bali, Bandung, Jakarta Dan Kalimantan.

Penawasan ingin tahu langsung, pembaca kabarrakyat.id, bisa datang ke Pantai Kembangsambi, Desa Pasir Putih, kecamatan Bungatan. Ada banyak puluhan ibu rumah tangga beraktifitas menjadi pengrajin limbah kulit kerang. Setiap sore hari, mereka melakukan aktivitas rutin untuk merangkai berbagai macam motif dan bentuk hiasan.

Mulaii merangkai, kap lampu, pigora, tirai kelambu, dan gantungan kunci, serta tempat air minum, dan tempat kue, semuanya terbuat dari bahan limbah kerang.

Sania (32), pengepul dan pengrajin limbah kerang, mengatakan ia telah memiliki sepuluh pekerja. Jumlah order kerajian dari kulit kerang sangat tinggi, Sania mengaku belum bisa maksimal bisa memenuhi kebutuhan pasar. Selain kesulitan bahan baku, juga faktor modal masih belum maksimal.

“Saya berusaha mendapat bahan baku dari berbagai daetah, untuk penuhi motif permintaan pembeli. Sementara permodalan, masih terbatas. Kira-kira antara Rp. 20 juta hingga Rp. 30 juta perbulan,” ungkap Sania, Minggu (17/2/2019).

Adapun harga juga kerajinan kulit kerang yang dijajakan Sania, diantaranya gantungan kunci motor dijual harga Rp. 15 ribu, kap lampu hias Rp. 100 ribu, tirai kelambu dari kulit kerang ukuran 2 (dua) meter Rp. 250 ribu.

“Biasanya pembeli membayar barang pesanannya setelah barang diantar kelokasi, baik di Bali, Jakarta, Bandung dan Surabaya,” ungkapnya.

Harapan Sania, usahanya ini, dan sejumlah pengrajin kerang lainnya, bisa mendapat bantuan modal usaha dari pemerintah. Termasuk permodalan dari alat kerajinan, seperti mesin, bor dan peralatan pembersih kulit, sangat diharapkan sekali.

Reporter: Yons

Editor: Choiri

Editor: REDAKSI

Tags

Terkini

Pemerintah Bondowoso Mulai Pulihkan Sektor Pariwisata

Rabu, 15 September 2021 | 21:12 WIB
X