• Sabtu, 18 September 2021

Pemandian Bulu Indah Dikelola Kelompok Dan Bumdes

- Kamis, 22 November 2018 | 17:29 WIB
IMG-20181121-WA0021
IMG-20181121-WA0021

Foto; Olah TKP bocah tenggelam di Pemandian Bulu Indah

KABARRAKYAT.ID - Pemandian Bulu Indah yang terletak di Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi memiliki cerita tersendiri dari masyarakat sekitar.

Sumber mata air yang mengalir deras tersebut pada mulanya hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari bagi masyarakat setempat.

Pemandian itu dibangun sekira bulan September 2012, kemudian selama perkembangannya, pada tahun 2014 warga secara swadaya memperlebarkannya dengan dibantu oleh Dinas Pengairan serta Koramil.

"Dulunya sumber ini digunakan warga setempat untuk cuci pakaian, kadang kadang ya banyak warga Songgon yang cuci kendaraan bermotornya disini," kata Samsul saat di lokasi pemandian, pada Kamis (22/11/2018)

Disisi lain, tempat tersebut yang strategis dan sejuk untuk dinikmati oleh masyarakat, nampaknya banyak disalahgunakan sebagai tempat maksiat dulunya.

Tempat itu seringkali digunakan sebagai bolos sekolah, pesta mabuk mabukan minuman keras, pacaran oleh oknum tak bertanggung jawab.

"Akhirnya atas dasar musyawarah bersama, tempat tersebut diperlebar dan dijadikan kolam pemandian," ucap Samsul

Di lokasi itu terdapat dua kolam yang memiliki kedalaman yang berbeda, yakni khusus kolam anak anak dengan kedalaman kurang kebih setengah meter, sedangkan khusus dewasa kedalamannya kurang lebih dua meter

Hari demi hari pemandian itu semakin ramai, banyak warga mengetahui pemandian itu dengan sumber airnya yang segar, kemudian warga sekitar memanfaatkan moment itu dengan membuka warung kecil kecilan di sekitar lokasi pemandian

Kemudian pemandian tersebut dikelola oleh warga setempat dibawah komando Bambang Suriyanto alias Nanang.

Nanang sapaan akrabnya menjelaskan, pemandian ini tidak membayar sepeser pun, hanya saja pengunjung dibebankan untuk keamanan kendaraan saja.

"Pengunjung dibebankan parkir kendaraan saja, dan alhamdulillah sejak dikelola ini, kenakalan dilokasi itu bisa berkurang," papar Nanang.

Sementara itu disinggung dengan Retribusi ke pihak Desa setempat, Nanang mengatakan pengelola dikenakan biaya Rp. 250 ribu per bulan yang disetorkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

"Sebenarnya BUMDes ikut mengelola juga, Kami dipasrahi di lapangan dan dimintai bantuan untuk merawat pemandian ini karena kami peduli," cetusnya.

Saat kabarrakyat.id akan konfirmasi ke Kantor Desa setempat, pelaksanaan harian (Plh) Kepala Desa Sumberbulu, Sunyoto sedang tidak ada ditempat.

Namun versi lain dari pihak desa mengatakan BUMDes tidak ikut mengelola, terlebih pemandian itu merupakan aset desa. BUMDes sebenarnya akan masuk tetapi malah dihalang halangi, dan warga setempat tetap saja mengelola pemandian itu.

"Pernah sekali saja memberi retribusi ke Desa dikasi Rp. 250 ribu, dan sepertinya sekarang setor ke BUMDes," pungkas K dan S

Reporter: Rochman

Editor: Coi/Choiri

Editor: REDAKSI

Tags

Terkini

Jawa Timur Masuk Level 1 Assessmen Pertama Indonesia

Sabtu, 18 September 2021 | 15:21 WIB

Menjaga Imunitas Tubuh Saat Musim Hujan

Sabtu, 18 September 2021 | 08:41 WIB

BEM UNIBA Gandeng Polresta Gelar Vaksinasi Mahasiswa

Jumat, 17 September 2021 | 05:10 WIB

Pemkab Fasilitasi MUI Jember Gedung Sekretariat

Kamis, 16 September 2021 | 16:23 WIB
X