• Selasa, 9 Agustus 2022

Petasan Meledak, Dua Pria Terkapar Luka Bakar

- Jumat, 25 Mei 2018 | 19:17 WIB
Petasan2
Petasan2

Korban ledakan petasan dan lokasi kejadian perkara di Kecamatan Arjasa (Ft. ist/Yons)


KABARRAKYAT.ID, BANYUWANGI – Dua orang pemuda, diduga peracik petasan asal Dusun Kacep RT 01 Desa Curah Tatal Kecamatan Arjasa, Situbondo Jawa Timur, menderta luka bakar setelah petasan yang diraciknya meledak, Kamis (24/5/2018) pukul 18.30 WIB.

Korban masih anggota keluarga, bernama Indra Wisono (22) mengalami patah tulang dengan luka berat dirawat di RSUD Situbondo, dan Agus Abidin (20) mengalami luka lecet pada bagian muka dan tangan luka ringan dirawat puskesmas#Arjasa Situbondo.

Keduanya meracik petasan didalam rumah pak Nor (52), selanjutnya langsung meledak yang mengakibatkan korban mengalami luka- luka dan rumah milik pak Nor mengalami kerusakan pada bagian atap hancur dan semua kaca rumah pecah.

Baca juga :

Polres Situbondo bersama Polsek Arjasa langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah kejadian perkara serta memeriksa saksi-saksi.  Mutmainah (19) seorang ibu rumah tangga dan Sahrawi (32) warga Dusun Kacep RT 01 Desa Curah Tatal Kecamatan Arjasa.

Kasubag Humas Polres Situbondo, Iptu Nanang Priambodo membenarkan ada musibah peracik mercon meledak jadi korban.

“Ada dua orang jadi korban luka. Sudah dirawat medis, satu di RSUD dan satu orang di Puskesmas sudah dipulangkan. Polisi masih mendalami dengan mendatangi olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi-saksi,” kata Iptu Nanang, Jum’at (25/5/2018).

Hingga kini belum dijelaskan apakah dua orang yang jadi korban itu, adalah peracik petasan untuk untuk kepentingan pribadi atau diperdagangkan. Belum ada bukti-bukti yang disampaikan telah disita petugas.

Seperti umumnya pada puasa ramadhan, sering kali masyarakat dikejutkan kegiatan iseng anak dan pemuda membunyikan petasan. Bahkan warga mengaku resah dengan bunyi letusan petasan yang dibuat home industri. Karena selain membahayakan orang lain juga berdampak kebakaran.

“Ya kalau bisa, petasan itu dihilangkan, karena berbahaya bagi orang lain,” ungkap Santoso warga Kecamatan Arjasa.

Reporter : Yons

Editor : Coi/Choiri

Editor: REDAKSI

Tags

Terkini

X