Dewan Desak Pemda Datangkan Tenaga Ahli untuk Evaluasi dan kajian Lingkungan Penyebab Banjir di Banyuwangi

- Selasa, 29 November 2022 | 10:42 WIB
Anggota FPKB DPRD Banyuwangi,Hj.Siti Mafrochatin Ni'mah (kiri) bersama koleganya saat rapat kerja (Hariyadi)
Anggota FPKB DPRD Banyuwangi,Hj.Siti Mafrochatin Ni'mah (kiri) bersama koleganya saat rapat kerja (Hariyadi)

KABAR RAKYAT - Anggota FPKB DPRD Kabupaten Banyuwangi, Hj.Siti Mafrochatin Ni’mah mendesak Pemerintah daerah untuk mendatangkan tenaga ahli atau konsultan lingkungan untuk mengatasi persoalan banjir maupun kekeringan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah.

Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi ini mengatakan, tenaga ahli liingkungan dibutuhkan untuk melakukan evaluasi lingkungan secara menyeluruh guna mengetahui penyebab dasar bencana banjir di wilayah Pesanggaran, Kalibaru, Banyuwangi kota dan daerah lainnya.

Pemkab Banyuwangi harus segera mendatangkan tenaga ahli lingkungan yang kompeten untuk melakukan evaluasi penyebab banjir , “ ucap Hj. Ni’mah panggilan akrab Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi ini, Selasa (29/11/2022).

Baca Juga: DPRD Banyuwangi Menetapkan 17 Judul Raperda Masuk Propemperda Tahun 2023

Menurut politisi Partai kebangkitan Bangsa ini, Pemkab Banyuwangi bersama tenaga ahli lingkungan harus segera melakukan evaluasi dan kajian mengenai kondisi lingkungan daerah sasaran banjir dan menetapkan alternatif pemecahan masalah yang sesuai untuk direkomendasikan dalam mengatasi masalah banjir. Jika perlu evaluasi seluruh ijin HGU Perkebunan di Banyuwangi

“Atas bencana banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Banyuwangi, saya minta Pemda untuk melakukan evaluasi dan kajian lingkungan, saya khawatir ada illegal logging atau penebangan pohon-pohon di daerah dataran tinggi sehingga menyebabkan banjir, evaluasi ijin HGU seluruh perkebunan , ” ucapnya.

Selain evaluasi lingkungan.lanjut Hj.Ni’mah, pemerintah daerah harus melakukan normalisasi sungai dan drainase serta penataan sistem pembuangan air yang lebih baik dengan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Baca Juga: Komisi IV DPRD Banyuwangi Desak Eksekutif Alokasikan Anggaran Pembangunan Infrastrutur Penanggulangan Banjir

“Sungai yang melintas di perkotaan menyempit di hilir akibat sedimentasi dari erosi di bagian hulu dan alih fungsi lahan menjadi pemukiman sehingga perlu dilakukan pengerukan sedimen sehingga aliran sungai menjadi lancar,” ucap Hj.Ni’mah.

Untuk langkah penanganan banjir jangka panjang khususnya saat musim hujan memerlukan pemulihan sistem secara bertahap karena berkurangnya daerah resapan air.

“Jika drainase kapasitasnya tidak diperbesar aliran air ketika hujan dengan intensitas tinggi akan meluber ke jalan dan pemukiman warga, hal ini sudah sering di kota Banyuwangi seperti kemerin ,” ucapnya.

Dia prihatin dengan perencanaan pembangunan di Banyuwangi, yang hanya mempercantik wajah kota dengan memperbaiki permukaan trotoar yang sebenarnya masih dalam kondisi baik tanpa melakukan pengerukan sedimen.

“ Percuma mempercantik trotoar atau pendestrian jika saluran airnya tidak bisa menampung debit air ketika hujan deras  ,  “ ungkapnya.

Hj. Ni’mah menambahkan, tidak hanya penyebab banjir, Pemkab Banyuwangi bersama tenaga ahli juga harus melakukan kajian dengan semakin kecilnya debit air pertanian ketika musim kemarau.

Halaman:

Editor: Hariyadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

7 Tanda Hubungan Rusak dan Tidak dapat Anda Perbaiki

Selasa, 7 Februari 2023 | 21:34 WIB
X