• Senin, 5 Desember 2022

Kemenkes Izinkan Pemberian Vaksin Booster Kedua Bagi Lansia

- Rabu, 23 November 2022 | 11:20 WIB
Kemenkes izinkan vaksin booster Covid-19 kedua bagi lansia/kemenkes.go.id
Kemenkes izinkan vaksin booster Covid-19 kedua bagi lansia/kemenkes.go.id

KABAR RAKYAT - Kasus konfirmasi Covid-19 secara nasional maupun global terjadi tren peningkatan. Sebagai upaya mitigasi peningkatan kasus dan munculnya subvarian baru, pemerintah mulai menggenjot cakupan vaksinasi COVID-19 baik dosis lengkap maupun booster.

Yang terbaru, Kementerian Kesehatan mengizinkan pemberian vaksinasi booster COVID-19 dosis kedua, atau suntikan keempat, kepada lansia berusia diatas 60 tahun.

Kebijakan ini tercantum dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Booster ke-2 Bagi Kelompok Lanjut Usia. Berlaku efektif sejak ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu pada tanggal 22 November 2022.

Baca Juga: Begini Rekomendasi DPRD Banyuwangi Untuk Atasi Bencana Banjir di Kecamatan Kalibaru dan Glenmore

Juru Bicara COVID-19 Kementerian Kesehatan, M. Syahril menyebutkan kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap kelompok rentan, untuk mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat COVID-19.

Di saat bersamaan, SE tersebut juga dimaksudkan untuk mendorong Pemerintah Daerah dan fasyankes penyelenggara vaksinasi baik pemerintah maupun swasta untuk melakukan vaksinasi COVID-19 booster kedua bagi lansia.

Vaksin yang dapat digunakan untuk dosis booster kedua adalah vaksin yang telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM dan rekomendasi ITAGI serta memperhatikan vaksin yang tersedia di masing-masing daerah.

“Adapun vaksinasi COVID-19 booster kedua untuk lansia, bisa diberikan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sejak booster pertama diberikan, sementara bagi lansia yang belum booster pertama segera dapatkan booster pertama, Kami menghimbau agar para lansia dipastikan vaksinasi primernya harus dilengkapi dulu” kata dr. Syahril.

Baca Juga: Kemenkes Klaim Tren Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak Turun

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: kemenkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X