Proses Rekrutmen Panwascam Diduga Langgar Kode Etik, Komisioner Bawaslu Banyuwangi Dilaporkan ke DKPP

- Kamis, 17 November 2022 | 07:07 WIB
Kantor Bawaslu Banyuwangi (Hariyadi)
Kantor Bawaslu Banyuwangi (Hariyadi)

KABAR RAKYAT - Komisioner Bawaslu Banyuwangi dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.  Pelaporan tersebut berkaitan dengan adanya dugaan pelanggaran kode etik para komisioner Bawaslu Banyuwangi pada proses rekrutmen Panwascam beberapa waktu lalu.

Laporan ini disampaikan Bambang Efendi, warga Dusun Pakis, Desa/Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Bambang menyebut laporan tersebut dilayangkan melalui email pada 7 November 2022 lalu.

“Itu laporan tanggal 7 November 2022 dan tanggal 9 November 2022 dapat tanda terima laporan,” jelasnya, Rabu, 16 November 2022.

Baca Juga: Bawaslu Jalin Kerjasama Pengawasan Partisipatif Dengan Organisasi Keagamaan di Banyuwangi

Pria yang dikenal dengan panggilan Hendik Kriwul ini menjelaskan, ada beberapa hal yang mendasari laporan tersebut. Pertama, dia menduga ada afiliasi dengan partai, kedua  terkait bocoran chat yang diduga berisi soal ujian tes rekrtutmen Panwascam. Dan yang ketiga, menurutnya ada beberapa Panwascam yang masuk dalam daftar sipol.

“Namun tetap dilantik,” tegasnya.

Tidak hanya itu, saat menjabat sebagai Panwascam pada tahun 2019, dirinya menangkap caleg yang bagi-bagi sembako di minggu tenang. Namun upayanya itu dihalang-halangi oleh salah satu oknum anggota Bawaslu Banyuwangi.

Hendik menegaskan, hingga saat ini, dirinya belum menerima panggilan dari DKPP terkait laporannya tersebut. Namun menurutnya, sudah mendapatkan informasi nantinya pasti ada panggilan saksi-saksi sekaligus untuk melengkapi alat bukti juga.

“Barang butki siap, saksi siap,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Hariyadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X