• Kamis, 23 September 2021

Gara-Gara Mafia Tanah, Seorang Adik Gugat Kakak di Pengadilan sampai Mahkamah Agung

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 15:35 WIB
Pengadilan Ilustrasi (ft. succo/Pixabay)
Pengadilan Ilustrasi (ft. succo/Pixabay)

KABAR RAKYAT, Sukabumi - Adik gugat kakak di pengadilan gara-gara ulah mafia tanah di Kota Sukabumi. Elzam (55 tahun) Warga Bandung Barat mengaku korban mafia tanah terpaksa dirinya melayangkan memori Kasasi ke Mahkamah Agung RI. Pasalnya, ia kehilangan hak atas tiga bidang tanah dan bangunan di wilayah Cikole, tanpa pernah menjualnya atau memberi atau menghibahkan kepada orang lain.

Elzam sangat menyayangkan kalau penyerobotan atau perampasan tanah dan bangunan tersebut disahkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Sukabumi dan Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Barat di Bandung.

Pihak Elzam akan upaya memperjuangkan hak-haknya untuk mendapat keadilan. Maka jalur hukum perdata pun dilakukan dengan cara melayangkan memori Kasasi ke Mahkamah Agung (MA) sebagai upaya yang terhormat dimata hukum negara.

"Mempertahankan hak atas 3 bidang tanah dan bangunan di Kota Sukabumi bernilai kurang lebih Rp 1,4 miliar yang sekarang tiba-tiba jadi milik kakak saya sendiri tanpa proses jual beli atau apapun terkait penyerahan hak atas aset tersebut," jelasnya kepada awak media di Sukabumi, Sabtu ( 30/7/21).

Elzam mengatakan, ketiga bidang tanah tersebut berada di Kelurahan Kebonjati Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, dua di pinggir Jalan Siliwangi sedangkan bidang lainnya di jalan Ahmad Yani.

"Ketiga bidang tanah tersebut saat  ini menjadi hak milik kakak saya tanpa melalui proses jual beli yang benar dan sah, karena saya tidak pernah melakukan transaksi untuk jual beli itu secara sah dimata hukum," ujarnya.

Untuk itu Elzam mencantumkan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) dan Kantor BPNSukabumi sebagai termohon kasasi 1 dan 2. "Proses gugatan ini melawan Elwin kakak saya sendiri," ucapnya.

Ia menilai PPAT dan Kantor BPN Kota Sukabumi lalai menjalankan aturan, menerbitkan dan AJB atau akta jual beli tiga bidang tanah tersebut. Elzam dan pengacara mengajukan memori kasasi terhadap putusan pengadilan tinggi Bandung No. 276/PDT/2021/PT BDG tanggal 24 Juni 2021 Jp. Putusan Pengadilan Negeri Sukabumi No. 22/Pdt.G/2020/PN Skb tanggal 21 April 2021.

"Saya dan kuasa hukum menilai ada kejanggalan dalam putusan di dua pengadilan ini. Intinya tidak ada proses jual beli yang sah secara hukum terkait pengalihan hak atas ketiga bidang tanah dan bangunan tersebut," tegas Elzam.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X