• Kamis, 23 September 2021

BEM di FH UNEJ, Seberapa Urgensi BEM dan BPM Bagi Dunia Kampus?

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 01:47 WIB
Kampus di Jember
Kampus di Jember

KABAR RAKYAT, Jember - Rumor yang berkembang di mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember (UNEJ) adanya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) akan mengambat berkembangnya Unit Kegiatan Mahasiswa dan Himpunan Mahasiswa Jurusan dan dipangkasnya dana organisasi mahasiswa (ormawa), UKM/HMJ.

Menurut, Sastra Dinata, demisioner ketua BPM UNEJ periode 2019-2020, "Perjuangan adanya BEM FH telah dilakukan sejak dahulu, namun sering kali mengalami kebuntuan", Jum'at (30/07/21).

Lanjut Sastra, "tinggal  bagaimana kegagalan pembentukan BEM dan BPM di FH UNEJ selama ini dapat dijadikan untuk merefleksikan kembali pentingnya keberadaan BEM".

"Semuanya diawali dengan komitmen semua komponen mahasiswa FH UNEJ itu sendiri," tegasnya.

Sementara bila cerita tentang pengalaman, menurut Presiden Mahasiswa BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP)  UNEJ periode 2021, Ali Ausath A. "Sedikit banyak adanya BEM akan membantu kesejahteraan mahasiswa", Jumat (30/07/21).

Sebagai orang di luar fakultas hukum, Ali Ausath A, saya memandang sebenarnya instrumen BEM dan BPM itu sangat diperlukan untuk akselerasi pengawalan problem mahasiswa secara umum.

Selain itu, imbuhnya, "apalagi dengan kondisi BEM Universitas yang sampai sekarang belum terbentuk".

Kemudian menurut, M. Elvan Dhaneswara,  "dilihat dari kacamata umum,  memang dengan tidak adanya BEM pasti proses advokasi terhambat".

Diakui Presma BEM FMIPA itu, "hal ini dikarenakan fungsi advokasi dari BEM tidak ada yang menjalankan, sehingga mungkin banyak masalah mahasiswa yang tidak terselesaikan, atau penyelesaian masalah tersebut tidak merata".

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X