KABAR RAKYAT - Meskipun Indonesia bersiap memasuki masa endemi, ternyata kasus Covid-19 di Banyuwangi belum reda. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat, ada tren kenaikan pasien positif Covid-19 selama beberapa hari terakhir.
Plt Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat menyebut, total warga yang positif Covid-19 saat ini ada 29 orang. Angka ini meningkat dari sebelumnya tercatat masih 20 kasus.
"Meskipun secara keseluruhan relatif menurun dari minggu kemarin. Namun beberapa hari ini meningkat lagi. Jadi minggu sebelumnya itu 20 kasus, kemarin bertambah jadi 27, dan sekarang sudah 29 kasus positif," ucap Amir, Senin (3/10/2022).
Baca Juga: Masuk Musim Penghujan 17 Kecamatan di Banyuwangi Rawan Banjir, BPBD Minta Warga Waspada
Oleh karenanya, Amir mengimbau warga Banyuwangi tetap mentaati protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Seperti memakai masker, jaga jarak, hingga rutin menerapkan pola hidup sehat.
"Kenaikan kasus ini perlu diwaspadai, karena pandemi masih belum berakhir. Protokol kesehatan masih kita upayakan untuk diperketat, terutama pada setiap event yang diselenggarakan pemerintah dan swasta," jelasnya.
Guna menekan penyebaran Covid-19, Dinkes Banyuwangi terus kebut program vaksinasi ketiga (booster). Dimana saat ini capaiannya masih baru 35,8 persen.
"Vaksinasi booster terus kita upayakan agar ada peningkatan. Terutama kita dorong antusiasme masyarakat dalam percepatannya," pinta Amir.
Baca Juga: Inovasi Layanan 3 in 1 Landung Pecari Banyuwangi Menuju Top 30 Kovablik Jatim 2022
Menurut Amir, kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi booster mulai menurun. Sehingga diperlukan dorongan kembali agar antusiasme mereka kembali meningkat.
"Karena vaksinasi booster ini penting untuk menjaga kekebalan tubuh. Apalagi pemerintah telah menerapkan kebijakan, syarat perjalanan udara, kereta dan kapal diwajibkan vaksin booster," jelasnya.
Dalam percepatan vaksinasi booster ini, Dinkes Banyuwangi melibatkan seluruh stakeholder terkait. Mereka menyasar ke wilayah yang masih jauh capaiannya.
"Kita setiap minggu turun ke kecamatan yang masih capaian vaksinasinya. Seperti di Kecamatan Kalipuro, Srono hingga Songgon. Kita melibatkan seluruh pihak untuk memobilisasi sasaran vaksinasi," pungkas Amir.***
Artikel Terkait
Pemkab Banyuwangi Anggarkan Rp. 22 Miliar Untuk Pengendalian Inflasi Daerah Dampak Kenaikan BBM
Masuk Musim Penghujan 17 Kecamatan di Banyuwangi Rawan Banjir, BPBD Minta Warga Waspada