• Senin, 3 Oktober 2022

SWI dan OJK Jember Ajak Media Cegah Masyarakat Jadi Korban Investasi Ilegal dan Pinjol Ilegal

- Kamis, 22 September 2022 | 10:21 WIB
Kegiatan Ngobrol Asyik SWI dan OJK jember ajak media edukasi masyarakat cegah investasi dan pinjol ilegal (Hariyadi)
Kegiatan Ngobrol Asyik SWI dan OJK jember ajak media edukasi masyarakat cegah investasi dan pinjol ilegal (Hariyadi)

KABAR RAKYAT - Satgas Waspada Investasi  dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember ajak media ikut mengedukasi masyarakat dalam upaya pencegahan tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi serta meningkatkan upaya pemberantasan pinjaman online illegal.

Peranan media sangat krusial dengan fungsi media sebagai penyedia informasi bagi publik, pemahaman terhadap investasi dapat disampaikan secara luas kepada masyarakat.

Hal ini diharap dapat menekan merebaknya kasus investasi ilegal dan pinjol ilegal di tengah perkembangan teknologi informasi.

Hal itu disampaikan Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing saat kegiatan Ngobrol Asyik bersama wartawan tergabung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi, Rabu (21/09/2022), malam.

Baca Juga: Buka Muskerda BAMAG Jatim, Bupati Ipuk Ajak Rajut Harmoni Sesama Anak Bangsa

“Kami percaya edukasi pada masyarakat penting untuk dilakukan. Untuk itu, kami undang media massa dalam kegiatan ini. Penanganan investasi ilegal dan pinjol ilegal, preventifnya salah satunya melalui edukasi ini,” ucap Tongam L Tobing.

Selain Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing, hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala OJK Jember, Hardi Rofiq Nasution beserta jajaran dan Ketua PWI, Saiffudin Mahmud.

Tongam L Tobing mengatakan masyarakat harus lebih waspada menerima penawaraan investasi aset seperti (kripto, binary option) yang tidak terdaftar di Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementrian Perdagangan yang dilakukan oleh afiliator atau influencer yang dapat merugikan masyarakat.

Selain itu, pihaknya juga menjelaskan telah melakukan cyber patrol dan menutup aplikasi yang masih beroperasi agar masyarakat tidak menjadi korban.

Halaman:

Editor: Hariyadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X