• Sabtu, 1 Oktober 2022

Biaya Operasional Merugi, GAPASDAP Ketapang – Gilimanuk Minta Segera Ada Penyesuaian Tarif

- Senin, 19 September 2022 | 10:36 WIB
Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, I Putu Widiana bersama Ketua Dewan Pembina Gapasdap, Bambang Haryo (Hariyadi)
Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, I Putu Widiana bersama Ketua Dewan Pembina Gapasdap, Bambang Haryo (Hariyadi)

KABAR RAKYAT - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) berimbas terhadap sektor penyeberangan, termasuk para pengusaha kapal ferry di Ketapang – Gilimanuk. Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) meminta pemerintah segera menyesuaikan kenaikan tarif sebesar 35,4 persen agar biaya operasional tidak merugi.

Hal itu dikatakan Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi, I Putu Widiana. Kenaikan tarif sebesar 35,4 persen tersebut sebenarnya, kata dia, telah dibahas sebelumnya bersama kementerian perhubungan. Bahkan, sebelum ada kenaikan harga BBM subsidi, pertalite dan solar 3 September 2022.

"Makanya harapan kita segeralah untuk penyesuaian tarif ini segera diturunkan SK-nya biar kita cepet ada penyesuaian, supaya tidak merugi terus. Kalau merugi terus itu bisa menyebabkan gulung tikar dan segala macam-lah,” ucap Widiana , Jumat (16/9) lalu.

Baca Juga: Dewan UGG Resmi Usulkan Pengesahan Geopark Ijen Sebagai Unesco Global Geopark

Sejak harga BBM naik, para pengusaha kapal ferry mengalami kesulitan. Terutama biaya operasional terbesar untuk kapal penyeberangan adalah bahan bakar yang semakin melambung tinggi, sekitar 9 sampai 13 persen kenaikannya. Hal itu bergantung terhadap tinggi dan rendahnya lintasan dan kapalnya.

“Kalau antara 9 – 13 persen ditambah 35,4 persen berarti pemerintah ini masih mempunya tanggungan untuk menikkan tarif sekitar 50 persen, itu kenaikan sebenarnya. Cuma kita masih nunggu sejak adanya kenaikan BBM dari tanggal 3, tapi itu belum juga dinaikkan,” paparnya.

Kondisi itu, berbeda dengan pengguna jasa penyeberangan atau konsumen seperti truk dan bus yang lebih dulu menaikkan tarif sebelu ada ketentuan dari pemerintah. Kisarannya mulai 40 sampai 100 persen. Contohnya dari asosiasi truk, Aptrindo, yang sudah menaikkan lebih dulu antara 25 sampai 45 persen.

“Mereka sudah menaikkan, hanya kita yang nggak bisa menaikkan. Karena semua tarif dan tiket yang menjual adalah pemerintah. Kita nggak bisa apa-apa,” cetusnya.

Baca Juga: Menko Airlangga Serahkan Penghargaan TPID Terbaik Jawa-Bali ke Bupati Ipuk

Halaman:

Editor: Hariyadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hari ini Harga BBM non subsidi Jenis Pertamax Turun

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 11:18 WIB
X