• Senin, 25 Oktober 2021

Sopir Angkot di Sukabumi 'Kami Memohon Pak Presiden tidak Perpanjang PPKM'

- Minggu, 25 Juli 2021 | 20:10 WIB
Para sopir angkot minta PPKM jangan diperpanjang
Para sopir angkot minta PPKM jangan diperpanjang
 
KABAR RAKYAT, Sukabumi - Sejumlah sopir angkot di Sukabumi meminta agar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarkat (PPKM) level 4 yang berakhir hari ini, Minggu (25/7/21).
 
Cukup sampai disini saja (Minggu). Pasalnya, mereka merasa dengan adanya PPKM ini pendapatan mereka turun drastis ditambah harga bensin yang naik tanpa pemberitahuan sebesar Rp 400,- menambah derita mereka.
 
Hingga berita ini, Pemerintah belum mengumumkan tentang kemungkinan perpanjangan kembali pengetatan tersebut.

Salah seorang sopir Angkutan Kota atau Angkot di Sukabumi mengungkapkan harapan kepada pemerintah tidak kembali memperpanjang PPKM.

Dadang (40 tahun), sopir Angkot 07 trayek Cisaat - Cibadak ini berharap agar semuanya kembali normal.
 
"Kami mohon Pak Presiden tidak perpanjang PPKM. Semoga seperti dulu lagi, kembali normal. Karena kalau selama PPKM dapat penumpang susah," katanya.

Dadang pun menjelaskan tentang naiknya harga bensin yang tidak sebanding dengan penghasilan para sopir Angkot saat PPKM Level 4.
 
"Lagi PPKM pendapatan minim, bensin naik, jadi makin minim. Bensin naik Rp 400, tapi ongkos tetap," katanya.

Dadang berharap harga bensin kembali normal dan tidak ada kenaikan lagi.

Hal senada dikatakan sopir Angkot 08 trayek Kota Sukabumi - Cisaat, Asep (35 ).  Ia juga mengungkapkan hal yang sama.
 
"Karena kita sopir Angkot susah dapat penumpang. Biasanya penuh, sekarang susah. Semoga PPKM cepat-cepat selesai, jangan diperpanjang lagi," ucapnya.

Asep menyebut kenaikan harga bensin semakin mengurangi pendapatan para sopir. Akibatnya, banyak dari mereka yang bahkan tidak mendapatkan penghasilan sama sekali dalam satu hari.

"Nah pedagang juga tergantung penumpang yang naik Angkot, sekarang kan enggak ada. Jadi jangan diperpanjang lagi dan setelah PPKM ini kasus Covid-19 bisa menurun," ucapnya penuh harap.

Ia mengaku mendukung penuh semua kebijakan pemerintah.
 
"Tapi tolong kalau bisa kami-kami ini diperhatikan, karena kalau kami tidak kerja atau berefek pada sepinya penumpang bagaimana nasib anak istri di rumah, mereka butuh makan," tandasnya.***
 

Editor: Choiri Kurnianto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Temu Mayat Di Kebun Tebu Glenmore Jadi viral

Senin, 25 Oktober 2021 | 10:59 WIB

Alhamdulillah, Ada Orang Protes

Minggu, 24 Oktober 2021 | 23:06 WIB
X