• Sabtu, 18 September 2021

Serapan APBD Banyuwangi 43,9 Persen, Tertinggi di Jawa Timur

- Kamis, 22 Juli 2021 | 15:59 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Sekkab Banyuwangi ,Ir Mujiono saat mengikuti rapat secara virtual dengan Kemendagri / banyuwangi.go.id
Bupati Ipuk Fiestiandani didampingi Sekkab Banyuwangi ,Ir Mujiono saat mengikuti rapat secara virtual dengan Kemendagri / banyuwangi.go.id

KABAR RAKYAT,Banyuwangi - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan daerah Kementerian Dalam Negeri mencatat belanja APBD Kabupaten Banyuwangi tahun 2021, per 15 Juli telah terealisasi  sebesar 43,96 persen. Serapan APBD itu termasuk yang tertinggi di Jawa Timur.

Hal ini disampaikan dalam bahan paparan dan pengarahan Menteri Dalam Negeri kepadaSerapan Kepala Daerah saat rapat penanganan pandemic covid-19.

 Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, percepatan penyerapan APBD bertujuan untuk menjaga pergerakan ekonomi local,di tengah dunia usaha yang melambat karena pandemi, APBD diharapkan menjadi instrumen yang bisa berperan untuk menggerakkan ekonomi, hingga 22 Juli 2021 realisasi belanja sudah mencapai 46 persen.

Baca Juga: Bupati Banyuwangi Cek Persiapan Pencairan Bantuan Sosial Tunai di Kantor Pos

”Meski kapasitas fiskal daerah saat ini juga relatif terbatas, kami terus mendorong penyerapan agar bisa mendorong ekonomi lokal,” ujar Ipuk seusai meluncurkan program penciptaan pengusaha muda baru, ”Jagoan Bisnis”, secara virtual, Kamis (22/7/2021).

Ipuk mengatakan, penyerapan APBD cukup penting untuk menggerakkan perekonomian daerah. Gelontoran dana APBD melalui beragam pekerjaan dan belanja daerah bisa menjadi stimulan ekonomi warga.

"Salah satu kunci bantalan ekonomi saat ini memang ada pada belanja pemerintah, mengingat hampir semua dunia usaha terdampak pandemi. Oleh karena itu pemda harus optimal dalam penyerapan anggaran, sesuai arahan Presiden Jokowi dan Ibu Gubernur," ujar Ipuk.

Baca Juga: Hari Ini Bulog Banyuwangi Mulai Salurkan Bansos Beras PPKM Darurat.

Dengan APBD yang terserap dengan baik, berbagai pekerjaan di masyarakat berjalan seperti perbaikan/pembangunan jalan, bantuan usaha kecil, penanganan sektor kesehatan, dan sebagainya.

“Ada penyerapan tenaga kerja, ada uang yang berputar. Begitu juga program lain seperti pemberian beasiswa, bantuan alat ke UMKM, berarti ada uang yang dibelanjakan untuk berputar di warga. Ini sederhana, tapi konkrit, dan kita usahakan penyerapannya bisa terus optimal," kata Ipuk.

Ipuk menambahkan, salah satu yang juga akan dipacu dalam APBD Banyuwagi adalah serapan belanja untuk kebutuhan sosial bagi masyarakat alias bansos. Demikian pula belanja tidak terduga (BTT) untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi.

Baca Juga: Polresta Banyuwangi Gandeng Tokoh Agama dan Ormas Bagikan Bansos PPKM Darurat

”Situasi saat ini memang tidak mudah. Pemkab Banyuwangi terus berupaya mengoptimalkan instrumen fiskal yang juga sebenarnya dalam ruang yang terbatas untuk menggerakkan perekonomian,” jelas Ipuk.

Sekretaris Daerah Banyuwangi Mujiono menambahkan, dari sisi pendapatan, APBD Banyuwangi per 15 Juli mencapai 49,55 persen secara keseluruhan. Untuk pendapaatan asli daerah (PAD), per 21 Juli bahkan telah mencapai 38,4 persen.

“Terima kasih atas partisipasi seluruh masyarakat Banyuwangi. Saya harap capaian ini bisa diakselerasi sesuai target. Belanja daerah juga bisa sekaligus menjadi stimulan pendapatan daerah karena ekonomi terus berputar,” ujar Mujiono.***

 

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: Humas Kab. Banyuwangi

Tags

Terkini

Jawa Timur Masuk Level 1 Assessmen Pertama Indonesia

Sabtu, 18 September 2021 | 15:21 WIB

Menjaga Imunitas Tubuh Saat Musim Hujan

Sabtu, 18 September 2021 | 08:41 WIB

BEM UNIBA Gandeng Polresta Gelar Vaksinasi Mahasiswa

Jumat, 17 September 2021 | 05:10 WIB

Pemkab Fasilitasi MUI Jember Gedung Sekretariat

Kamis, 16 September 2021 | 16:23 WIB
X