• Rabu, 10 Agustus 2022

Gubernur Jatim Khofifah Melantik Bupati Tuban Aditya dan Wakilnya 'Segera Laksanakan Intruksi Presiden'

- Minggu, 20 Juni 2021 | 23:37 WIB
Gubernur Jatim melantikan Bupati Tuban dan Wakil Bupati Tuban (Foto. Humas Prov.Jatim)
Gubernur Jatim melantikan Bupati Tuban dan Wakil Bupati Tuban (Foto. Humas Prov.Jatim)

Hal tersebut lantaran untuk kembali mengaktifkan titik-titik stasiun di beberapa tempat yang kurang dimaksimalkan. Dirinya berharap agar keinginan tersebut bisa segera di revitalisasi.

"Sehingga dari Bojonegoro, Babat (Lamongan) dan Gresik, tidak harus tinggal di Tuban, kalau komuter bisa dimaksimalkan. Hal ini untuk mengurangi dampak sosial yang muncul  jika terkonsentrasi di satu titik," katanya.

Khofifah pun menyampaikan, hal tersebut tidak sulit diwujudkan oleh Pemkab Tuban untuk bersinergi dengan Pemprov Jatim. Lantaran, Bupati Tuban Aditya Halindra memiliki mentor seorang ibu yang merupakan mantan Bupati Tuban Haeny Relawati Rini Widyastuti yang menjabat mulai 2001-2011, dimana saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI Komisi 8 Fraksi Partai Golkar.

Baca Juga: Wabup Ciamis: Pandemi Covid-19 Jangan Sampai Menyurutkan Kreatifitas

Untuk itu, dirinya mengajak Bupati dan Wabup Tuban yang baru, untuk memperhatikan kondisi makro ekonomi dan sosial di wilayahnya. Dimana berdasarkan release BPS Provinsi Jawa Timur 2020, ekonomi Tuban  terkontraksi cukup dalam sebesar 5,85 %. Hal ini lebih tinggi dibanding Kab. Bojonegoro dan Kab. Lamongan yang masing-masing terkontraksi sebesar 0,40 % dan 2,65 %.

"Sementara kontribusi terhadap  pertumbuhan ekonomi Jawa Timur 2,71 persen," imbuh Khofifah.

Disisi lain, indeks Gini Rasio Kab. Tuban mencapai 0,311 point. Posisi tersebut lebih rendah dari rata-rata Provinsi Jatim sebesar 0,364 point atau masih berada pada kategori ketimpangan sedang. Untuk tingkat kemiskinan Kab. Tuban sendiri memiliki prosentase penduduk miskin sebesar 15,9 %. Angka tersebut jauh di atas rata-rata Provinsi Jatim sebesar 11,46 %. Hal ini meningkat dibanding 2019, yaitu sebesar 13,50 % dan berada di 5 besar kabupaten/kota dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur.

Baca Juga: Kerja, Kerja Teriak Anggota Satgas TMMD Kodim Gresik

"Dalam kurun waktu empat tahun terakhir sejak tahun 2017 sampai dengan 2020 tingkat kemiskinan di Tuban cukup tinggi di atas 15 persen lebih," kata Khofifah.

Pada kesempatan itu, Gubernur Khofifah pun menyoroti terkait tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kab. Tuban yang mencapai sebesar 4,81 %. Prosentase tersebut berada di bawah rata-rata Provinsi Jatim sebesar 5,84 %. Ini meningkat dibanding 2019, yaitu sebesar 2,76 %. Mengenai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kab. Tuban pada 2020 mencapai 68,40 %. Keberadaan itu dibawah capaian Provinsi Jatim sebesar 71,71% atau masih berada di kategori sedang.

Halaman:

Editor: Choiri Kurnianto

Sumber: Humas Provinsi Jatim

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPC Laskar Sholawat Nusantara Bondowoso Dilantik

Kamis, 4 Agustus 2022 | 19:50 WIB

DPRD Banyuwangi Ajukan Dua Raperda Inisiatif

Kamis, 4 Agustus 2022 | 18:50 WIB
X