• Sabtu, 1 Oktober 2022

DPRD Kabupaten Banyuwangi Menggelar Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar KUA-PPAS APBD Tahun 2023.

- Jumat, 12 Agustus 2022 | 19:28 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani saat menyampaikan KUA-PPAS APBD tahun 2023 dalar rapat paripurna dewan (Hariyadi)
Bupati Ipuk Fiestiandani saat menyampaikan KUA-PPAS APBD tahun 2023 dalar rapat paripurna dewan (Hariyadi)

KABAR RAKYAT - DPRD Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian nota pengantar Kebijakan Umum Anggaran, Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Kabupaten Banyuwangi tahun 2023, Jum'at (12/08/2022).

Rapat paripurna  dipimpin Ketua DPRD, I Made Cahyana Negara dan diikuti anggota dewan dari lintas fraksi. Hadir mengikuti rapat paripurna Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati, H Sugirah, Sekretaris Daerah, Mujiono, Asisten Bupati, Staf Ahli Bupati,  Jajaran Kepala SKPD dan Camat.

Bupati Banyuwangi,Ipuk Fiestiandani saat membacakan nota pengantar KUA-PPAS APBD Tahun 2023 menyampaikan, mempertimbangkan  dinamika yang begitu masih tinggi secara global, asumsi indikator ekonomi makro nasional dan Provinsi Jawa Timur, maka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banyuwangi tahun 2023 diproyeksi pada kisaran 4,54%. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) diproyeksikan sebesar 71,27. Tingkat pengangguran terbuka sebesar diproyeksikan sebesar 4,84%. persentase penduduk miskin diproyeksikan sebesar 7,49% dan rasio gini sebesar 0,31.

Baca Juga: Sebanyak 85 Persen Kapal Nelayan di Banyuwangi Telah Disertifikasi

“ Upaya pemulihan ekonomi dilakukan dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia secara optimal, efisien, efektif dan akuntabel dengan tema pembangunan tahun 2023 yaitu Akselarasi Pemulihan Ekonomi Inklusif Berbasis Digitalisasi,Infrastruktur Tematik,harmoni dan Pengembangan SDM yang diterjemahkan ke dalam prioritas pembangunan daerah , “ ucap Bupati Ipuk Fiestiandani dihadapan rapat paripurna.

Dan salah satu bagian penting dari belanja negara adalah transfer ke daerah dan Dana Desa (TKDD), dalam kondisi global yang sangat dinamis pada tahun ini sangat mempengaruhi kapasitas fiskal pemerintah pusat, sehingga terdapat penyesuaian sesuai dengan regulasi yang telah ditentukan Pemerintah pusat.

Secara umum target pendapatan daerah Tahun 2023 sebesar Rp. 2,504 trilyun atau turun sebesar Rp. 485,813 milyar dari APBD 2022 sebesar Rp. 2,989 trilyun.

Baca Juga: Cegah Inflasi Pangan, Banyuwangi Tandatangani MoU Kerjasama Perdagangan Antar Daerah

Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami peningkatan sebesar Rp. 36,008 milyar dari APBD Tahun 2022 sebesar Rp. 518,001 milyar menjadi Rp. 554,010 milyar pada tahun 2023. Pendapatan transfer turun menjadi Rp. 1,898 trilyun atau turun sebesar Rp. 510,687 milyar dari APBD Tahun 2022 sebesar Rp. 2,408 trilyun. Lain-lain pendapatan daerah yang sah mengalami penurunan sebesar Rp.11,134 milyar dari APBD 2022 sebesar Rp. 63,230 milyar menjadi Rp. 52,096 milyar.

Halaman:

Editor: Hariyadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hari ini Harga BBM non subsidi Jenis Pertamax Turun

Sabtu, 1 Oktober 2022 | 11:18 WIB
X