• Minggu, 27 November 2022

Belum Efektif Turunkan Perokok Anak, Peraturan Pemerintah tentang Tembakau Perlu Direvisi

- Senin, 1 Agustus 2022 | 07:49 WIB
PP tembakau perlu direvisi/Pikiran Rakyat.com
PP tembakau perlu direvisi/Pikiran Rakyat.com

KABAR RAKYAT - Belum efektif menurunkan perokok anak, Peraturan Pemerintah (PP) No. 109 Tahun 2021 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk tembakau bagi Kesehatan perlu direvisi.

PP No. 109 Tahun 2012 dipandang tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman dengan semakin maraknya iklan, promosi, dan sponsor produk rokok di berbagai media.

Ditambah lagi pengaturan mengenai bentuk-bentuk rokok lain seperti rokok elektrik belum diatur dalam PP 109/2012.

Baca Juga: KPU Resmi Umumkan Pendaftaran Partai Politik Calon Peserta Pemilu Tahun 2024

Kondisinya saat ini penjualan rokok masih terus meningkat, begitupun dengan jumlah konsumsi rokok, perokok anak, dan kematian akibat merokok juga kian meningkat.

Penjualan rokok pada tahun 2021 meningkat 7,2% dari tahun 2020, yakni dari 276,2 miliar batang menjadi 296,2 miliar batang.

Konsumsi rokok berjumlah 70,2 juta orang dewasa, dan penggunaan rokok elektrik meningkat 10 kali lipat dari 0,3% di tahun 2011 menjadi 3% di tahun 2021.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah jumlah perokok anak ikut meningkat. Berdasarkan data Global Youth Tobacco Survey, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), dan Sentra Informasi Keracunan Nasional (Sikernas) dari BPOM menyebutkan ada 3 dari 4 orang mulai merokok di usia kurang dari 20 tahun.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Terbitkan Inspres Peningkatan Akses Pelayanan Kesehatan Bagi Ibu Hamil Melalui Jampersal

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: Kemkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X