• Minggu, 25 September 2022

Harga Minyak Dunia Tinggi, Pertamina Paparkan Harga Asli Pertamax,Pertalite,Solar dan Elpiji Tanpa Subsidi

- Sabtu, 9 Juli 2022 | 12:02 WIB
Pertamina paparkan harga asli Pertamax,Pertalie,Solar dan Elpiji jika tidak disubsidi pemerintah/pertamina.com
Pertamina paparkan harga asli Pertamax,Pertalie,Solar dan Elpiji jika tidak disubsidi pemerintah/pertamina.com

KABAR RAKYAT - PT Pertamina (Persero) tetap menjaga pasokan minyak mentah, BBM dan LPG berada di level aman yang kini dapat dikontrol melalui sistem digital seiring dengan tantangan harga minyak mentah dan produk yang tinggi 

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menjelaskan kenaikan harga minyak yang sangat tinggi mengakibatkan beberapa negara mengalami krisis energi, sehingga Pertamina sebagai BUMN energi membuat perencanaan yang akurat dengan menyeimbangkan antara aspek ketahanan energi nasional dan kondisi korporasi.

Menurutnya, Pertamina bukan hanya menjaga pasokan secara nasional, tetapi juga per wilayah hingga SPBU, karena stok yang diperlukan untuk masing-masing wilayah berbeda untuk jenis produknya.

Baca Juga: KPU Jalankan Tahapan Pendaftaran dan Verifikasi Parpol Calon Peserta Pemilu 2024 Sesuai UU

“Kita tidak menyamaratakan jumlah untuk seluruh daerah, tetapi disesuaikan, karena ada daerah yang solarnya tinggi, ada yang Pertalite-nya tinggi, ada juga Pertamax-nya. Ini kita coba lihat satu per satu dengan digitalisasi SPBU,” ucap Nicke dalam keterangannya dilansir Kabar Rakyat dari pertamina.com, Sabtu (9/07/2022).

Nicke mengatakan, dengan peningkatan harga minyak dan gas, tantangan berat di sektor hilir adalah harga keekonomian produk meningkat tajam. Bila dibandingkan dengan harga keekonomian, harga jual BBM dan LPG yang ditetapkan Pemerintah sangat rendah.

Per Juli 2022, untuk Solar CN-48 atau Biosolar (B30), dijual dengan harga Rp 5.150 per liter, padahal harga keekonomiannya mencapai Rp 18.150. Jadi untuk setiap liter Solar, Pemerintah membayar subsidi Rp 13 ribu.

Selanjutnya untuk Pertalite,  harga jual masih tetap Rp 7.650 per liter, sedangkan harga pasar saat ini adalah Rp 17.200. Sehingga untuk setiap liter Pertalite yang dibayar oleh masyarakat, Pemerintah mensubsidi Rp 9.550 per liternya.

Baca Juga: Hari ini 1 Juli 2022 Pertamina Buka Pendaftaran Penguna di Situs MyPertamina Untuk Pembelian BBM Subsidi

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: Pertamina.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng KONI Beri Perlindungan Atlet

Selasa, 13 September 2022 | 08:45 WIB

Pemerintah Resmi Terapkan NIK sebagai NPWP

Kamis, 21 Juli 2022 | 09:21 WIB
X