• Kamis, 18 Agustus 2022

Kapolres Probolinggo Inisiasi Penanganan PMK di Tengah Menunggu Bantuan Vaksin

- Rabu, 6 Juli 2022 | 23:31 WIB
AKBP. Teuku Arsya Kadafi
AKBP. Teuku Arsya Kadafi

KABAR RAKYAT – Sebuah pemecah kegelisahan peternak sapi, di tengah belum terjawabnya pandemi penyakit mulut dan kuku (PMK), Kapolres Probolinggo mencairkan kegudahan peternak sapi. Diawali, pendataan sapi, patroli ternak sapi, edukasi dan monitoring bahkan bantuan sosial Polres Probolinggo telah diinisiasi.

Ribuan peternak sapi di kabupaten Probolinggo benar-benar menangis, takut adanya ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK). Mereka sedih sapi piaraan terpapar. Kondisi terparah sapi mereka mati akibat serangan PMK tanpa bisa tertolong.

Kehadiran dinas terkait di kabupaten Probolinggo yang nyaris tidak ada, kian menambah kepiluan peternak sapi. Peternak dibuat bingung mau mendatangkan petugas kesehatan hewan( manteri hewan) tidaklah gratis. Belum lagi vaksin yang terlambat disebarkan ke daerah kian pelik.

Peternak benar-benar kolap sapi yang merupakan investasi masa depan terancam mati. Kesedihan dimana-mana hingga ke pelosok Dusun. Sapi Milik peternak dirawat seadanya hanya bermodal keyakinan semoga sapi-nya selamat dari ancaman penularan PKM.

Di tengah ketidakjelasan Dinas terkait yang dinilai lamban memberikan proteksi, dibuat tenang setelah Polres Probolinggo mulai beraksi. Polisi hadir dibantu TNI mencoba memberikan edukasi penanganan PMK dan melakukan tindakan preventif melalui penyekatan ternak luar daerah.

Polres Probolinggo operasi penyekatan ternak sapi

Upaya yang dilakukan Kapolres Probolinggo AKBP.Teuku Arsya Khadafi, bak oase. Apalagi, Kapolres Probolinggo turun kelapangan melihat dari dekat keprihatian dan tangis pilu peternak. Sumbangan obat dan sokongan bansos kepada peternak yang terpapar PMK membuat mereka merasa kehadiran pemerintah meski bukan kewenangannya.

“ PMK benar-benar menjadi momok menakutkan bagi peternak di kabupaten Probolinggo. Mereka begitu sedih beda ketika pandemi covid-19 masyarakat begitu kuat menghadapi. Sapi bagi warga di Probolinggo adalah masa depan(investasi). Sapi juga status sosial disini secara turun temurun. Memang perlu tibdakan cepat agar ribuan sapi ini selamat dari ancaman PMK”, kata AKBP.Teuku Arsya Kadafi prihatin.

Menjawab ketidakjelasan penanganan PMK Arsya meminta jajaran Babinkamtibmas responsif layaknya penanganan Covid -19. Apa yang dilaporkan bawahan-nya membuat Arsya gelisah.

Halaman:

Editor: Richard De Mas Nre

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemkab Bondowoso Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih

Selasa, 16 Agustus 2022 | 07:12 WIB

Ribuan Warga Padati Petik Laut Muncar Banyuwangi

Minggu, 14 Agustus 2022 | 09:27 WIB
X