• Senin, 4 Juli 2022

Argumentasi Fatwa MUI, Hewan Terpapar PMK Gejala Ringan Tetap Sah untuk Qurban

- Kamis, 23 Juni 2022 | 10:18 WIB
Hewan terpapar PMK gejala ringan sah menjdi hewan kurban/Pikiran Rakyat
Hewan terpapar PMK gejala ringan sah menjdi hewan kurban/Pikiran Rakyat

KABAR RAKYAT - Ditengah merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak menjelang Hari Raya Idul Adha.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam argumenya menyatakan bahwa hewan ternak yang terpapar virus PMK dengan syarat tertentu tetap sah menjadi hewan qurban.

Hal tersebut termuat dalam Fatwa MUI Nomor 32 tahun 2022 Tentang Hukum Dan Panduan Pelaksanaan Ibadah Qurban saat wabah PMK.

Baca Juga: Kapolres Probolinggo Gelar Bhaksos Bantu Peternak Sapi Hadapi PMK, 2400 Sapi Dilaporkan Terjangkiti Virus

Dalam fatwa tersebut, MUI tidak hanya memuat dalil al-Quran, hadis, dan pendapat ulama klasik saja. Fatwa ini, sangat progresif sebab MUI menghadirkan pendapat ahli zoonosis terkait keadaan hewan terpapar PMK dan bagaimana pengaruhnya baik pada daging hewan itu sendiri maupun bagi kesehatan manusia.

Secara spesifik, muatan hadis yang dikutip dalam fatwa di atas menjelaskan kriteria hewan yang tidak sah dijadikan sebagai hewan qurban. Setidaknya ada 4 patokan :

Pertama, buta sebelah matanya yang jelas kebutaannya. Kedua, sakit yang jelas sakitnya. Ketiga, pincang yang jelas pincangnya. Dan terakhir yang kurus kering.

Berarti, selama calon hewan qurban tidak memiliki sifat di atas, hewan tersebut sah sebagai hewan qurban. Lalu, bagaimana status hewan yang terkena PMK? Bukankah hewan ini sudah termasuk hewan pesakitan?

Baca Juga: Maklumat Muhammadiyah Tetapkan Hari Raya Idul Adha Bertepatan 9 Juli 2022

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: mui.or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NKRI Resmi Memiliki Tiga Provinsi Baru di Papua

Jumat, 1 Juli 2022 | 09:30 WIB
X