• Kamis, 7 Juli 2022

Pemerintah Resmi Naikkan Tarif Listrik kepada Golongan Pelanggan Non Subsidi

- Senin, 13 Juni 2022 | 10:15 WIB
Trif listri pelanggan non subsidi naik/Pikiran Rakyat
Trif listri pelanggan non subsidi naik/Pikiran Rakyat

KABAR RAKYAT - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi melakukan  penyesuaian atau menaikkan tarif tenaga listrik ( Tariff Adjustment) triwulan III tahun 2022 atau periode Juli-September 2022,

Penyesuain tarif berlaku untuk golongan pelanggan Rumah Tangga berdaya mulai 3.500 VA ke atas (R2 dan R3) dan golongan Pemerintah (P1, P2, dan P3) yang jumlahnya sekitar 2,5 juta atau 3% dari total pelanggan PT PLN (Persero). Keseluruhannya adalah golongan pelanggan non subsidi.

"Golongan pelanggan Rumah Tangga di bawah 3.500 VA, Bisnis, dan Industri tarifnya tetap. Ini sesuai dengan arahan Bapak Menteri ESDM Arifin Tasrif yang menyampaikan bahwa penerapan Tariff Adjustment ini bertujuan untuk mewujudkan tarif listrik yang berkeadilan. Artinya, masyarakat yang mampu tidak lagi menerima bantuan dari Pemerintah" ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Rida Mulyana, Senin (13/06/2022), di Jakarta.

Baca Juga: Mulai Hari Ini Operasi Patuh 2022 Digelar Serentak di Seluruh Indonesia, Berikut Sasaran Tilang dan Dendanya

Rida menegaskan pelanggan golongan bersubsidi tidak terkena penyesuaian tarif listrik. Pemerintah berkomitmen melindungi masyarakat dengan tetap memberikan subsidi listrik kepada yang berhak. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.

Seperti diketahui, Tariff Adjustment diberlakukan sejak 2014 kepada pelanggan non subsidi untuk memastikan subsidi listrik yang tepat sasaran. Pada tahun 2014 hingga 2016, tariff Adjustment diterapkan secara otomatis.

Namun dalam rangka menjaga daya beli masyarakat dan daya saing sektor bisnis dan industri sejak tahun 2017 hingga triwulan II/2022, Pemerintah memutuskan tariff Adjustment tidak diterapkan secara otomatis dan ditetapkan tidak berubah meskipun terdapat perubahan kurs, ICP ( Indonesia Crude Price), inflasi dan harga batubara dibandingkan dengan yang telah ditetapkan dalam APBN tahun berjalan.

Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 jo Nomor 03 Tahun 2020, Tariff Adjustment ditetapkan setiap 3 bulan dengan mengacu kepada perubahan 4 asumsi makro yaitu kurs, harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP), inflasi, dan Harga Patokan Batubara (HPB).

Baca Juga: Jaga Protokol Kesehatan, Cegah Sub Varian Baru Omicron BA.4 dan BA.5 Terdeteksi di Indonesia

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: Esdm.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NKRI Resmi Memiliki Tiga Provinsi Baru di Papua

Jumat, 1 Juli 2022 | 09:30 WIB
X