• Jumat, 19 Agustus 2022

Wamenkes, Rokok Elektrik Sama Bahayanya Dengan Rokok Konvensional

- Kamis, 2 Juni 2022 | 13:54 WIB
Ilustrasi rokok elektrik/Pikiran Rakyat
Ilustrasi rokok elektrik/Pikiran Rakyat

KABAR RAKYAT - Saat ini populer di kalangan anak muda bahwa rokok elektrik merupakan alternatif sehat dibandingkan dengan rokok konvesional karena mengandung nikotin yang rendah.

Namun Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menganggap pemahaman tersebut kurang tepat. Rokok elektrik sama bahayanya dengan rokok konvensional karena kandungan yang terdapat dalam rokok elektrik antara lain nikotin, zat kimia, serta perasa/flavour yang bersifat toxic atau racun.

Jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama, zat-zat ini bisa menyebabkan masalah kesehatan serius di masa depan seperti penyakit kardiovaskular, kanker, paru-paru, tuberkulosis, dan lainnya.

Baca Juga: Kemenag Berangkatkan Lebih Awal 325 Petugas PPIH Ke Arab Saudi

''Merokok elektrik itu sama bahayanya dengan merokok konvensional. Tidak ada bedanya risiko merokok konvensional dan elektrik, dua-duanya sama bahayanya baik itu sekarang dari segi sosial ekonomi maupun untuk masa depan masalah penyakit yang mungkin timbul dari aktivitas merokok elektrik,'' jelas Wamenkes dalam keterangan pers Peluncuran Data Survei Global Penggunaan Tembakau Pada Masyarakat Indonesia Tahun 2021 (GATS 2021) di Kantor Kemenkes, Selasa (31/5) lalu seperti dilansir Kabar Rakyat dari kemkes.go.id,Kamis (02/06/2022)

Wamenkes Dante Saksono menyampaikan, konsumsi rokok elektrik di kalangan remaja turut berdampak pada tingginya prevalensi perokok elektrik di Indonesia.

Dari hasil survei Global Adult Tobacco Survey (GATS) tahun 2021 menunjukkan prevalensi perokok elektrik naik dari 0.3% (2011) menjadi 3% (2021). Kemudian, prevalensi perokok remaja usia 13-15 tahun juga meningkat sebesar 19,2%.

Baca Juga: Pemilu 2024, KPU Usulkan Anggaran Sebesar Rp. 76,6 Triliun kepada Pemerintah, Berikut Rinciannya

Wamenkes berharap temuan ini bisa menjadi landasan bagi para stakeholder dan masyarakat terutama orang tua untuk bersama-sama menghentikan aktivitas merokok terutama di kalangan remaja.***

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: Kemkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X