• Senin, 4 Juli 2022

Polda Jatim Ungkap Penyelewengan Pupuk Bersubsidi 279,45 Ton dan Tetapkan 21 Orang Tersangka

- Selasa, 17 Mei 2022 | 11:46 WIB
Kapolda Jatim,Irjen Pol Nivo Afinta beserta jajaran saat konferensi press kasus penyalagunaan pupuk bersubsidi/tribatanews.poldajatim.go.id
Kapolda Jatim,Irjen Pol Nivo Afinta beserta jajaran saat konferensi press kasus penyalagunaan pupuk bersubsidi/tribatanews.poldajatim.go.id

KABAR RAKYAT - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur berhasil mengungkap kasus penyalagunaan pupuk bersubsidi dan menetapkan 21 orang sebagai tersangka dengan barang bukti yang diamankan sebanyak 5.589 zak atau sekitar 279,45 ton.

Kapolda Jawa Timur,Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, dalam periode Januari – April. Tim mengumpulkan informasi dan penyelidikan dan didalam kegiatannya berhasil mengungkap adanya penyimpangan didalam ketersediaan pupuk, distribusi maupun harga.

“Kami dari polda jatim dan jajaran telah mengungkap 14 Laporan Polisi yang telah dibuat dengan tersangka sebanyak 21 orang, didalam prosesnya 3 diantaranya ditangani ditreskrimsus polda jatim, bahwa ini berada di 9 Kabupaten, Banyuwangi, Jember, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Tuban, Blitar, Sampang dan Lamongan,” ucap Irjen Pol Nico Afinta dalam konferensi press, Senin (16/05/2022) kemarin seperti dikutipKabar Rakyat dari Tribatanews.poldajatim.go.id

Baca Juga: Kunjungan Wisatawan Luar Negari di Jawa Timur Meningkat Drastis Bulan Ini: Bromo, Kawah Ijen, Alas Purwo, DLL

Sementara modus operandi, pertama tersangka membeli pupuk bersubsidi, kemudian mengganti bungkus sak dengan non subsidi. Sehingga harga berbeda, dimana pemerintah telah menetapkan harga eceran Rp 115.000 namun dengan diganti sak sehingga petani membeli dengan harga bervariasi mulai dari harga Rp 160.000 – 200.000 ribu.

“Modus kedua menjual dengan harga eceran tertinggi, kadang kadang petani sangat butuh akan membeli padahal ini tidak boleh. Sedangkan modus lain, mengelabui petugas dengan cara menjual pupuk diluar wilayah area. Yang ditangkap oleh polda ini rencana yang akan dikirim ke Kalimantan Timur dengan kapal,” lanjutnya.

Hal ini yang nantinya akan terus dikordinasikan dengan stakeholder terkait dimana selanjutnya untuk dilakukan pencegahan.

“ Kami akan koordinasikan lebih lanjut yaitu terkait dengan RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani). Karena dari situ nanti kita akan mendapatkan gambaran jumlah pupuk dari masing masing kabupaten, “ pungkas Irjen Pol Nico Afinta

 

Halaman:

Editor: Hariyadi

Sumber: tribatanews.jatim.polri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X